JAGOSATU.COM -Bentrok dua kampung di Dumoga pecah lagi.
Mirip Film Saur Sepuh. Orang-orang membawa parang dan tombak.
Dumoga memang sangat sensitif.
Perkelahian antar kampung seperti sudah membudaya.
Dan selalu menelan korban jiwa.
Dari dulu. Sejak awal 1990-an.
Hingga sekarang. Makin akut.
Belum ditemukan formula menghentikan konflik menahun yang beralas dendam kesumat itu.
Dumoga pun jadi identik sebagai kawasan rentan konflik.
Kali ini tarkam dipicu karena seorang warga Desa Imandi tewas dianiaya warga Tambun menggunakan senjata tajam.
Vicky Terok (19), warga Desa Imandi tewas ditikam oleh terduga pelaku berinisial JR (21) yang merupakan warga Desa Pinonobatuan (Tambun).
Penikaman itu terjadi saat keduanya sedang pesta Miras Minggu (23/7).
Awalnya Vicky dan JR terlibat cekcok karena salah paham.
JR mencabut sebilah pisau jenis badik dan menikam korban di bagian perut. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Pobundayan Kotamobagu, namun nyawa Vicky tak tertolong. Ia meninggal dunia.
Tarkam pun pecah.
Minggu malam hingga Senin dini hari.
Polres Bolmong sampai dibantu Polres Kotamobagu dan aparat Brimob mencoba melerai.
Salah satu anggota Brimob bahkan terkena lemparan batu dan harus menjalani perawartan di RSUD Poundayan, Kotamobagu.
Polres Kotamobagu mengirimkan puluhan personel guna membantu Polres Bolmong memperkuat keamanan.
Bentrok warga dua desa Imandi dan Desa Pinonobatuan (Tambun) Kecamatan Dumoga Timur,mendidih pada Senin (24/7).
“Kami bantu Polres Bolmong. Polres Kotamobagu kirim 25 personil dalam rangka memperkuat pengamanan di Imandi dan Tambun,’’ kata Kapolres Kotamobagu, AKBP Dasveri Abdi SIK, Selasa (25/7).
“Pelaku sudah ditangkap dan proses hukumnya sudah berjalan.
Jadi diharapkan agar mempercayakan permasalahan ini kepada pihak kepolisian, jangan bikin permasalahan baru dengan melakukan penyerangan yang nanti akan timbul pidana baru lagi,” tutur Kapolres.
Polres Bolmong dipimpin langsung Kapolres dan Bupati Limi Mokodompit menemui dua warga.
Mengimbau untuk menghentikan pertikaian.
Dan mempercayakan kepada aparat berwajib menyelesaikan sesuai proses hukum.
Video saling serang dua des aitu menyebar luas di media sosial.
Polisi hanya bisa melerai sebab kalah jumlah dibanding warga.
Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo juga mengaku ada anggota Brimob yang terluka.
Namun ia menyebut itu bagian dari risiko tugas,” ucap Irjen Pol Setyo, Selasa (25/7).
Ia memerintahkan kapolres Bolmong dan jajarannya untuk bekerjasama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemkab Bolmong menuntaskan konflik akut itu.
Akan tetapi, jika ada yang sulit ditangani terkesan memprovokasi dan anarkis, Kapolda tidak menampik akan ada tindakan tindakan tegas terukur. “Jika nantinya masyarakat melakukan aksi main hakim sendiri, yang pasti akan menjadi kontra produktif.
Artinya yang harusnya tersangka cukup orang yang melakukan tindak pidana tersebut, namun karena ada perbuatan tambahan yang dilakukan kelompok tertentu malah nantinya mereka yang akan bersinggungan dengan hukum, dan bahkan bisa ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Irjen Pol Setyo Budiyanto.(mpd)
Editor : Nur Fadilah