Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Tragedi Terbaru di NTT, Bocah Meninggal Setelah Digigit Anjing Rabies

Alfianne Lumantow • 2023-06-28 13:25:42

 

Bekas gigitan anjing rabies.
Bekas gigitan anjing rabies.

JAGOSATU.COM - Dinas Kesehatan Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan kematian seorang anak berusia tujuh tahun setelah digigit oleh anjing rabies dan dirawat di RSUD So'e.

"Korban meninggal pada pukul 01.15 WITA subuh tadi di RSUD So'e," ungkap dr. Ria Tahun, Kepala Dinas Kesehatan Timor Tengah Selatan, saat dihubungi dari Kupang, NTT, pada hari Rabu.

Peristiwa ini terkait dengan perkembangan kasus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan meningkatnya jumlah korban yang meninggal akibat gigitan anjing rabies.

Menurut Ria, bocah berusia tujuh tahun itu digigit pada 23 April 2023 saat sedang berlibur di rumah kakek dan neneknya di Desa Oelet, Kecamatan Amanuban Timur.

Baca Juga: Jerome Polin Mengungkapkan Cara Lunasi Utang Negara, Seluruh Rakyat Patungan Rp 28,6 Juta per Individu

Berdasarkan kronologis yang diterima, korban sedang berlari menuju rumah setelah mandi dan mendahului neneknya. Namun, tiba-tiba anjing menggigit korban di depan rumah.

Anjing rabies tersebut menggigit bagian luar paha sebelah kiri dan menyebabkan luka yang cukup dalam. Selain itu, bagian punggung juga tercakar. Namun, nenek korban hanya melakukan kompres dengan air panas dan mengobati luka dengan minyak kelapa.

"Setelah digigit, korban mengalami demam selama tiga hari, tetapi demamnya mereda, sehingga kembali ke Kota So'e dan kembali ke sekolah. Di sekolah, guru membantu mengoleskan alkohol pada luka korban agar mengering setelah empat minggu," kata Ria.

Namun, gejala rabies mulai muncul pada 19 Juni 2023, yang ditandai dengan sakit pinggang kiri dan perut, demam, kejang, mengigau, dan kesulitan tidur.

Baca Juga: Berlibur dengan Mobil Pribadi? Pastikan Ban dalam Kondisi Optimal

Menurut Ria, korban pernah diurut tetapi tidak kunjung sembuh, sehingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit pada 25 Juni 2023 dengan gejala gelisah, kesulitan minum, tidak bisa makan di sore hari, menggigil ketika tertiup angin, dan terus mengalir air liur.

"Anak ini digigit oleh anjing pada bulan April dan saat itu belum diketahui bahwa itu adalah gigitan rabies. Selain itu, juga tidak dibawa ke rumah sakit untuk divaksin," tambahnya.

Ria juga mengungkapkan bahwa lima korban lainnya yang digigit oleh anjing rabies dan meninggal juga terlambat dibawa ke rumah sakit untuk divaksinasi karena mereka menganggap gigitan itu hanya hal biasa.

Oleh karena itu, Ria berharap agar masyarakat patuh terhadap peraturan yang telah dikeluarkan oleh Bupati Timor Tengah Selatan, yaitu dengan mengikat dan mengandangkan anjing yang belum divaksinasi. (Antara)

Editor : Alfianne Lumantow
#anjing rabies #NTT #Dinas Kesehatan #Kota Kupang