JAGOSATU.COM - Pura Goa Lawah adalah salah satu Pura Sad Kahyangan atau enam pura utama di Bali. Keenam pura tersebut adalah Pura Besakih, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Batukaru, Pura Uluwatu, dan Pura Pusering Jagat.
Pura Goa Lawah diyakini sebagai tempat persemayaman kepala Naga Basuki yang bertugas menjaga keseimbangan alam Bali.
Menurut Lontar Usana Bali dan Lontar Babad Pasek, Pura Goa Lawah didirikan sekitar abad ke-11 Masehi.
Salah satu hal menarik dari Goa Lawah adalah kawanan kelelawar yang memenuhi lorong gua ini. Kelelawar-kelelawar ini dilindungi aturan adat setempat dan dilarang untuk diburu atau ditangkap.
Selain itu, keberadaan relief kelelawar di salah satu gerbang/Candi Gelung yang memisahkan halaman tengah (jaba tengah) ke halaman dalam (jeroan) pura menjadi simbol bahwa hewan ini mendapat kedudukan khusus di pura ini.
Gua Lawah memiliki hubungan yang sangat erat dengan Pura Besakih di lereng Gunung Agung, yang merupakan pura induk (mother temple) bagi umat Hindu Bali.
Baca Juga: Eksplorasi Pura Prajapati di Hulun Setra, Mengungkap Fungsinya yang Menarik.
Menurut Lontar Prakempa Gunung Agung, Pura Goa Lawah merupakan representasi kepala dari Naga Basuki, sedangkan Pura Goa Raja di kompleks Pura Besakih merepresentasikan ekornya.
Sementara dalam mitologi Hindu, Naga Basuki merupakan salah satu dari tiga naga jelmaan dewa yang diturunkan untuk menyelamatkan bumi.
Naga Basuki menjadi simbol dari keseimbangan siklus yang terjadi di alam. Air menguap dari laut dan turun ke bumi menjadi hujan di gunung (daratan) yang pada akhirnya kembali ke laut.
Konsep keseimbangan alam yang berkaitan erat dengan eksistensi Goa Lawah menjadikannya pusat pemujaan terhadap Bhatara Tengahing Segara, representasi Tuhan dalam wujud pemelihara lautan.
Di samping itu, Goa Lawah juga menjadi tempat pemujaan Dewa Maheswara yang merupakan penguasa arah mata angin tenggara dalam mitologi Hindu Bali.
Selain karena latar belakang mitologis tersebut, korelasi erat Goa Lawah dengan Pura Besakih juga terjadi karena prosesi upacara Ngaben.
Baca Juga: Kreasi Masakan Sehat ala Chef Jordhy, Resep Sate Lilit Tempe dan Keciwis Terasi Sambal.
Setelah pelaksanaan upacara memukur (ngeroras), umat Hindu melakukan persembahyangan atau nyegara gunung ke Pura Goa Lawah. Setelah itu, mereka melakukan sembahyang di Pura Besakih sebagai wujud syukur terlaksananya upacara tersebut.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu