JAGOSATU.COM - Pemerintah telah mengimplementasikan sistem zonasi sebagai langkah untuk meratakan jumlah siswa di sekolah negeri dan swasta serta menghapus istilah "sekolah favorit." Namun, kenyataannya sejumlah sekolah swasta di Bali justru menghadapi tantangan berat.
Salah satunya adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Widya Suwara Sukawati, yang termasuk salah satu dari beberapa sekolah swasta di Gianyar yang tidak berhasil mendapatkan siswa baru untuk tahun pelajaran ini.
Berdasarkan laporan lapangan, pada tahun ajaran 2023/2024, sekolah tersebut hanya mampu merekrut 20 siswa saja.
Akibatnya, dengan berat hati, pihak Yayasan mengambil keputusan untuk tidak menerima siswa baru di sekolah tersebut.
Hal ini disebabkan oleh pertimbangan jumlah siswa yang terbatas dan kondisi keuangan yayasan yang tidak memungkinkan untuk memberikan subsidi lebih lanjut.
Bendesa Desa Adat Sukawati, I Made Sarwa, mengonfirmasi kondisi tersebut. Ia menyatakan bahwa SMP Widya Suwara merupakan sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Widya Suwara Sukawati, yang merupakan milik dari Desa Adat Sukawati itu sendiri.
Baca Juga: Senotar Asal Bali AWK, Memberikan Tanggapan Usai Selebgram Makan Kerupuk Babi di Restoran Halal.
Awalnya, sekolah ini didirikan untuk menerima generasi di Sukawati yang tidak dapat diterima di sekolah negeri agar tetap mendapatkan layanan pendidikan yang setara, jelasnya.
Dulu, SMP Widya Suwara Sukawati merupakan salah satu sekolah swasta yang menjadi favorit para siswa di Sukawati.
Hal ini karena sekolah tersebut berhasil membina para siswa untuk meraih prestasi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi dalam berbagai bidang.
Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah siswa yang mendaftar untuk bersekolah di SMP Widya Suwara terus menurun.
Hingga akhirnya, untuk tahun ajaran 2023/2024 ini, sekolah hanya menerima 20 siswa pendaftar. Karena tidak mencapai target yang diharapkan, yayasan dengan berat hati memutuskan untuk tidak membuka kelas 7. Saat ini, hanya ada tiga kelas untuk kelas 9 dan satu kelas untuk kelas 8, tambahnya.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu