JAGOSATU.com - Anggota DPRD NTB, H Najamuddin Moestapa, tidak menyembunyikan rasa kekecewaannya terhadap proses pembahasan usulan penjabat (Pj) Gubernur NTB.
Ia khususnya menyoroti sikap beberapa anggota dewan yang mengaku mendukung Rektor UIN Mataram, Prof Dr TGH Masnun Thahir, namun tidak berhasil mengusulkan nama tersebut kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Dalam wawancara dengan Lombok Post, H Najamuddin Moestapa menyatakan, "Terus terang saya kecewa sekali, dengan sikap fraksi-fraksi itu. Buat apa mereka bilang dukung-dukung kalau usulannya ternyata nama Prof Masnun tidak masuk?"
Ia melanjutkan dengan mengkritik sikap beberapa anggota dewan yang dinilainya sebagai politik tanpa etika. Menurutnya, beberapa anggota dewan terlihat mengumbar sikap politik, tetapi tindakan mereka tidak mencerminkan apa yang diucapkan.
H Najamuddin Moestapa juga menegaskan bahwa Rektor UIN Mataram, Prof Masnun, merupakan simbol kepemimpinan, dan ia menekankan pentingnya mempertimbangkan hal ini.
Ia mengungkapkan kekecewaannya berkali-kali terhadap pameran dukungan yang hanya tampak pragmatis dan tidak memiliki dampak nyata.
Ia juga menyoroti pentingnya peran DPRD sebagai penyalur aspirasi masyarakat, dan menegaskan bahwa seluruh aspirasi dan suara rakyat harus disampaikan dengan baik.
Ia menyarankan agar fraksi-fraksi dalam DPRD tidak mengangkat isu dukungan jika usulan tidak memenuhi syarat atau tidak sesuai dengan aturan.
H Najamuddin Moestapa juga berharap agar pemerintah pusat tidak memilih salah satu dari tiga nama yang diusulkan sebagai Pj Gubernur NTB. Menurutnya, pemilihan seseorang dari luar daerah dapat mengakhiri rivalitas kelompok di dalam DPRD dan mencegah intervensi politik.
Sebelumnya, DPRD NTB telah memutuskan tiga nama kandidat untuk diusulkan sebagai Pj Gubernur NTB kepada Mendagri.
Namun, nama Rektor UIN Mataram, Prof Dr TGH Masnun Thahir, tidak masuk dalam tiga nama tersebut. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek hukum yang berlaku.
Tiga nama yang akan diusulkan sebagai Pj Gubernur NTB adalah Deputi Bidang Administrasi Setjen DPD RI Lalu Niqman Zahir, Sekretaris Jendral Kementerian Agama RI Prof Dr Nizar Ali, dan Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Aryadi. (Lombok Post)
Editor : Alfianne Lumantow