JAGOSATU.COM - Proses persiapan bahan tanam dengan memanfaatkan tunas protes dari umbi benih kentang. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan perbanyakan tanaman kentang tanpa menggunakan stekled, melainkan memanfaatkan tunas umbi yang diakarkan.
Baca Juga: Teknik Pemupukan Melalui Daun, Kunci Sukses dalam Membentuk Umbi Bawang yang Berkualitas
Praktik ini memungkinkan perkembangan tunas samping yang lebih baik, menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih subur dan umbi yang lebih lebat.
Langkah awal dalam persiapan bahan tanam adalah memotong tunas utama dari umbi benih kentang yang telah dipotong-potong sebelumnya.
Tunas utama tersebut kemudian digunakan sebagai bahan perbanyakan yang akan ditanam sebagai tunas yang diakarkan.
Setelah itu, dilakukan persiapan media dengan mencampurkan campuran tanah dan kompos yang telah disaring untuk mengisi pot.
Proses penanaman tunas yang diakarkan membutuhkan perawatan yang teratur, termasuk penyemprotan dan pemberian nutrisi yang sesuai.
Tunas yang telah ditanam akan mulai tumbuh setelah 5-7 hari, dengan adanya pertumbuhan daun baru di ujung-ujung tunas.
Baca Juga: Strategi Pemupukan untuk Mencegah Kerontokan Bunga dan Buah pada Tanaman Holtikultura
Setelah dua minggu, pertumbuhan tunas akan semakin seragam dan daun akan mulai mekar, menandakan kesiapan untuk dipindahkan ke lapangan.
Meskipun proses penanaman tunas langsung ke lapangan memiliki tantangan tersendiri, seperti pengendalian gulma. Salah satunya adalah bagaimana mengendalikan gulma dan melakukan penanaman tunas yang diakarkan dengan tepat. (***)