Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Minimnya Pasokan Air Bersih, Ombudsman RI Terima Keluhan Warga Kota Kupang

Alfianne Lumantow • 2023-07-13 12:20:00
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Darius Beda Daton (kiri) berdiskusi dengan Kepala BLUD SPAM Provinsi NTT Erasmus Djogo di Kupang, Rabu (12/7/2023).
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Darius Beda Daton (kiri) berdiskusi dengan Kepala BLUD SPAM Provinsi NTT Erasmus Djogo di Kupang, Rabu (12/7/2023).

JAGOSATU.COM - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menerima keluhan dari warga Kota Kupang terkait ketersediaan air bersih yang minim untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami masih menerima keluhan dari warga terkait minimnya pasokan air bersih dari PDAM baik di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT, Darius Beda Daton, ketika dikonfirmasi di Kupang pada Rabu (12/7/2023).

Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan Kepala Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD SPAM) Provinsi NTT, Erasmus Djogo, di Kupang.

Baca Juga: Menantikan Hasil Tes, Pengumuman Kelulusan Tes Jalur Mandiri Unram Tanggal 24 Juli

Beda Daton menyatakan bahwa warga Kota Kupang, terutama mereka yang menjadi pelanggan PDAM, merasakan betapa minimnya pasokan air bersih dari PDAM baik di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang.

Di beberapa kelurahan, kata dia, air hanya mengalir sekali dalam seminggu dengan durasi sekitar 10 jam saja. Di beberapa wilayah, bahkan tidak ada aliran air sama sekali.

Dia menegaskan bahwa pengelolaan air bersih merupakan salah satu sub urusan dalam bidang pekerjaan umum yang merupakan salah satu urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar yang bersifat konkuren.

Oleh karena itu, dalam pertemuan tersebut, mereka membahas mengenai salah satu tugas dan fungsi BLUD SPAM yang meliputi pemberian pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan air minum curah tanpa mengutamakan keuntungan, serta pengembangan sistem penyediaan air minum curah yang memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas untuk masyarakat.

Baca Juga: Program pemberdayaan korban TPPO di NTT telah disusun Mensos

Beda Daton mencatat bahwa BLUD SPAM Provinsi NTT yang mengelola Bendungan Tilong memiliki kapasitas produksi sebesar 150 liter per detik dengan layanan untuk 15.000 sambungan rumah atau sekitar 75.000 warga.

Namun, dengan jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 465.637 jiwa berdasarkan sensus tahun 2022, jika dihitung berdasarkan jumlah sambungan rumah, hanya sekitar 93.127 sambungan rumah atau sekitar 16,11 persen penduduk Kota Kupang yang terlayani.

"Sayangnya, pelayanan air minum dari BLUD SPAM ke Kota Kupang belum maksimal dan bahkan tidak ada kerja sama dengan PDAM Kabupaten Kupang," ujarnya.

Sebelumnya, pada awal April 2023, Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus Hadjoh, berjanji untuk mengoptimalkan sumber-sumber air baku dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau.

"Kami telah melakukan antisipasi terhadap kekurangan air bersih saat musim kemarau dengan mengoptimalkan semua potensi sumber air baku di beberapa lokasi yang memiliki debit yang cukup besar," katanya.

Baca Juga: Tantangan Cuaca Buruk bagi Nelayan Desa Kuta Loteng, Cara Mengisi Waktu saat Tidak Bisa Melaut

George Melkianus Hadjoh menjelaskan bahwa krisis air bersih di Kota Kupang selalu terjadi pada musim kemarau karena beberapa sumber air bersih untuk kebutuhan warga mengalami kekeringan.

Dia menyebutkan beberapa sumber air baku yang digunakan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan warga pada musim kemarau, seperti sumber air di Oesapa di sekitar kawasan Universitas Kristen Arta Wacana Kupang, dan sumber air Balkanis di kawasan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, yang memiliki debit air yang tetap stabil meskipun pada musim kemarau. (Antara)

Editor : Alfianne Lumantow
#PDAM #NTT #Erasmus Djogo #Darius Beda Daton #George Melkianus Hadjoh