JAGOSATU.COM – Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali membawa dampak besar untuk Indonesia, terkhusus Sulawesi Utara. Staf Khusus Gubernur Bidang Investasi dan Penanaman Modal Fabian Buddy Pascoal menjelaskan, forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) tersebut digadang-gadang akan menjadi kesempatan emas untuk menggaet investor dunia.
"Di North Sulawesi Investment Forum (NSIF) ini, kami ingin menekankan pentingnya sustainable development atau pembangunan berkelanjutan," ungkapnya dalam diskusi NSIF di Grand Kawanua Ballroom Novotel Manado, Senin (15/8).
Lanjut dia, melakukan bisnis, secara ekonomi sangat menguntungkan tapi harus tetap mengusung kelestarian lingkungan. "Lokasi Sulut sangat strategis. Terletak di garis khatulistiwa, memiliki sumber daya alam yang banyak, serta sumber daya manusianya yang pintar. Ini merupakan potensi besar," imbuhnya.
Dia melanjutkan untuk itu green ekonomi penting untuk dilakukan. Sebab banyak hal yang dapat dilihat akan menjadi manfaat bagi daerah. "Ada 5C tantangan global atau the perfect storm. Covid, conflict, climate change, commodity change, cost of living. Kita harus punya kesadaran kita hidup dalam satu perahu. Kalau bocor, maka akan berdampak ke semua," paparnya.
Pascoal membeber, berdasarkan laporan World Economic Outlook terbaru dari IMF pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di angka 5,4 dan Sulut berada di angka 5,9. "Kita bersyukur pertumbuhan ekonomi kita baik pemerintah pusat maupun daerah kita Sulut stabil secara ekonomi. Kita berada di rata rata PE," sebutnya.
Dia menambahkan, saat ini, pemprov Sulut berbangga karena memberikan layanan kepada investor melalui BKPM yang memberikan kemudahan lewat pelayanan berbasis digital. "Mengembangkan efisiensi dan usaha lewat teknologi. Namun perlu waspada, teknologi akan menjadi hamba yang baik kalau kita kendalikan. Namun akan menjadi tuan yang jahat kalau tidak kita kendalikan. Good servant but a bad master," bebernya.
Lanjutnya, tahun ini Sulut berhasil memperoleh jatah 20 orang untuk mendapatkan pelatihan ke China. "Itu baik teknik mesin elektro, pertanian perkebunan dan pariwisata. Ini usaha pak Gubernur untuk training ke China," jelasnya. (ayurahmi rais)
Editor : Administrator