Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Cadangan Devisa Indonesia Turun USD 1,8 Miliar, Tetapi Masih Aman untuk 6 Bulan Impor dan Bayar ULN Pemerintah

Via Ponamon • 2023-07-11 13:45:47
Ilustrasi Gedung Kantor Pusat Bank Indonesia (BI) Jakarta.
Ilustrasi Gedung Kantor Pusat Bank Indonesia (BI) Jakarta.

JAGOSATU.COM - Cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, mencapai USD 137,5 miliar pada akhir Juni 2023. Angka ini turun sebesar USD 1,8 miliar dari posisi pada bulan April 2023 yang sebesar USD 144,2 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, menjelaskan bahwa penurunan cadangan devisa ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Meskipun demikian, BI tetap menilai bahwa cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, menjaga stabilitas makroekonomi, dan sistem keuangan.

Saat ini, posisi cadangan devisa setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Erwin menambahkan, "Jumlah tersebut juga masih di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor."

Erwin optimis bahwa cadangan devisa akan tetap memadai di masa mendatang, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.

BI telah mengambil langkah-langkah kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Faisal Rachman, seorang ekonom dari Bank Mandiri, mengungkapkan bahwa cadangan devisa semakin turun mendekati level pada akhir tahun lalu, yaitu sebesar USD 137,2 miliar.

Selain itu, tingkat ketidakpastian di pasar keuangan global meningkat pada 23 Juni 2023, mengikuti pengumuman bank sentral utama seperti The Federal Reserve (The Fed) dan European Central Bank (ECB) yang mempertahankan sikap hawkish.

Hal ini menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga kebijakan lebih lanjut untuk mengatasi tekanan inflasi global yang masih berlanjut.

Akibatnya, pasar saham Indonesia mengalami net outflow sebesar USD 290 juta pada Juni 2023, dibandingkan dengan net inflow sebesar USD 110 juta pada Mei 2023.

Namun, pasar obligasi Indonesia mengalami net inflow yang lebih tinggi sebesar USD 1,17 miliar, terutama karena penurunan tingkat inflasi domestik dan kondisi keseimbangan fiskal, yang didukung oleh pemulihan ekonomi domestik.

Dalam konteks ini, Faisal mencatat bahwa tekanan global meningkat, namun ketahanan sektor eksternal Indonesia diperkirakan tetap terjaga.

Potensi risiko yang muncul akibat kebijakan moneter The Fed dan ECB dapat meningkatkan ketidakpastian dan memicu sentimen penghindaran risiko di pasar portofolio berisiko tinggi.

Namun, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan hilirisasi sumber daya alam dengan tujuan menarik investasi asing langsung (FDI) ke negara ini.

Langkah-langkah seperti penggunaan TD valuta asing yang disediakan oleh Bank Indonesia diharapkan dapat mencegah pengalihan aset ke luar negeri.

Faisal memperkirakan bahwa cadangan devisa Indonesia akan berkisar antara USD 135 miliar hingga 155 miliar pada akhir 2023, yang dapat meningkatkan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah tingkat ketidakpastian global yang meningkat.

Ia memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan berada di kisaran sekitar Rp 14.864 per dolar AS pada akhir tahun ini.

Cadangan Devisa 2023
-Januari: USD 139,4 miliar
-Februari: USD 140,3 miliar
-Maret: USD 145,2 miliar
-April: USD 144,2 miliar 
-Mei: USD 139,3 miliar
-Juni: USD 137,5 miliar

Sumber: Bank Indonesia . (jpg)

Editor : Via Ponamon
#cadangan devisa #bank indonesia (bi)