Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ekonomi Indonesia Kokoh di Tengah Tantangan, Melampaui Amerika dan Mendekati Tiongkok

Via Ponamon • 2023-08-09 09:29:55
Ilustrasi aktivitas ekspor-impor di pelabuhan.
Ilustrasi aktivitas ekspor-impor di pelabuhan.

JAGOSATU.COM – Sejak dimulainya pandemi pada tahun 2020 yang mengguncang perekonomian, pertumbuhan ekonomi Indonesia baru-baru ini kembali mencapai angka di atas 5 persen pada kuartal IV tahun 2021.

Sejak saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah secara konsisten melebihi angka 5 persen.

Baru-baru ini, pada kuartal II tahun 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pertumbuhan sebesar 5,17 persen.

Peningkatan mobilitas yang telah kembali normal juga berkontribusi pada konsumsi masyarakat dan berhubungan dengan pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

"Di tengah perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas ekspor utama, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh solid sebesar 5,17 persen," kata Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, dalam konferensi pers kemarin (7/8).

Meskipun mengalami perlambatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ekonomi Indonesia tetap tumbuh konsisten di atas 5 persen hingga kuartal II tahun 2023.

Secara umum, pertumbuhan pada kuartal II biasanya lebih tinggi daripada kuartal I.

Dalam hal pengeluaran, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen pada kuartal II tahun 2023 didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, konsumsi pemerintah, dan konsumsi LNPRT.

"Namun demikian, perdagangan luar negeri, baik ekspor maupun impor, mengalami kontraksi," tambah Edy.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat sebesar 5,23 persen pada kuartal II tahun 2023. Hal ini dipicu oleh perayaan hari raya keagamaan seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, serta pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13.

"Tambahan pendapatan dari THR dan gaji ke-13 yang diberikan pada kuartal II 2023 turut mendorong konsumsi rumah tangga," katanya.

Peningkatan konsumsi rumah tangga tercermin dari mobilitas yang lebih tinggi selama liburan hari raya dan liburan sekolah.

Beberapa kelompok konsumsi rumah tangga yang mengalami pertumbuhan tinggi meliputi transportasi dan komunikasi, pakaian, alas kaki dan perawatan, serta restoran dan hotel.

Edy melanjutkan, ekspor barang mengalami kontraksi, baik untuk sektor migas maupun non-migas. Namun, ekspor jasa tetap tumbuh positif.

"Hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan aliran devisa dari luar negeri.

Kami mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah wisman pada kuartal II," tambahnya.

Secara geografis, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didominasi oleh Pulau Jawa.

Meskipun begitu, kontribusi positif mulai terlihat dari Proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalimantan.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Kalimantan sebesar 5,56 persen pada kuartal II tahun 2023, dengan Kalimantan Timur sebagai penyumbang terbesar dengan andil 3,55 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,17 persen YoY lebih baik dibandingkan beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Singapura. "Dibandingkan dengan negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuat dengan inflasi terkendali," ujar Airlangga.

Pertumbuhan Indonesia hanya tertinggal di bawah Tiongkok dengan pertumbuhan 6,3 persen dan Uzbekistan dengan pertumbuhan 5,6 persen. "Negara lain seperti Vietnam, Amerika Serikat, Singapura, bahkan Jerman masih mengalami kontraksi," tambahnya.

Pemerintah tetap optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,3 persen sepanjang tahun ini.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, juga setuju dengan pandangan ini.

Data menunjukkan bahwa pertumbuhan Indonesia lebih tinggi daripada sebagian besar negara dan wilayah lainnya, termasuk Vietnam, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Korea Selatan, yang masing-masing tumbuh sebesar 4,1 persen, 0,6 persen, 2,6 persen, dan 0,9 persen.

"Pertumbuhan ekonomi nasional terus berlanjut di atas 5 persen selama tujuh kuartal berturut-turut, melebihi ekspektasi pasar bahkan dengan basis pertumbuhan yang tinggi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi perlambatan global," ujar Febrio.

Dari Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi year-on-year masih berhasil melampaui rata-rata nasional.

Pada kuartal II tahun ini, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 735,7 triliun. Jika dilihat dari harga konstan, PDRB provinsi ini mencapai Rp 460,99 triliun.

Dibandingkan dengan kuartal II tahun sebelumnya, PDRB Jawa Timur tumbuh sebesar 5,24 persen, melebihi rata-rata nasional.

Meskipun pertumbuhan ini lebih rendah daripada kuartal sebelumnya, yaitu sebesar 2,66 persen, kontribusi kuartal ke kuartal terbesar di Pulau Jawa berasal dari Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 25,23 persen terhadap ekonomi pulau tersebut.

"Pertumbuhan qtq kuartal II tahun ini merupakan yang tertinggi kedua sejak 2020, hanya kalah dari pertumbuhan ekonomi qtq kuartal III 2020 sebesar 6,08 persen," kata Zulkipli, Kepala BPS Jawa Timur.

Di sisi lain, ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman, memprediksi bahwa perekonomian Indonesia akan tetap kuat di paruh kedua tahun 2023 meskipun menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global.

"Sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan akan beralih dari sektor eksternal ke sektor domestik," ujarnya.

Faisal berpendapat bahwa konsumsi rumah tangga akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang tahun ini.

Mobilitas publik yang meningkat akan semakin mendorong konsumsi, dan beberapa indikator menunjukkan ketahanan konsumsi di tengah penurunan inflasi.(jpg)

Editor : Via Ponamon
#badan pusat statistik (bps) #Tiongkok #proyek ikn #pertumbuhan ekonomi #Amerika