Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pengamat: Rupiah Melemah pada Senin Akibat Isu Pelambatan Ekonomi China

Via Ponamon • 2023-08-21 13:20:14
Petugas bank menghitung uang pecahan rupiah di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (22/11/2022).
Petugas bank menghitung uang pecahan rupiah di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (22/11/2022).

JAGOSATU.COM - Ariston Tjendra, seorang pengamat pasar uang, menyatakan bahwa isu mengenai pelambatan ekonomi di China dan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) tetap menjadi faktor yang menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari Senin.

"Pagi ini, keputusan bank sentral China untuk memangkas suku bunga pinjaman satu tahun sebesar 10 basis poin mungkin dapat mengurangi kekhawatiran pasar, namun kemungkinan masih belum cukup untuk mengubah sentimen yang mencerminkan pelambatan di China," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa masalah tersebut diperparah oleh isu mengenai hutang atau kemungkinan default dari dua perusahaan properti terbesar di China, yaitu Evergrande dan Country Garden.

Sementara itu, dalam hal data ekonomi AS, adanya indikasi tenaga kerja yang kuat dan penjualan ritel yang masih tinggi memberikan potensi kenaikan inflasi, sehingga masih membuka peluang bagi kenaikan suku bunga acuan AS di masa mendatang.

"Hari ini, rupiah memiliki potensi untuk melemah menuju level Rp15.330, dengan potensi dukungan di sekitar Rp15.250," ungkap Ariston.

Kurs rupiah yang diperdagangkan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah sebanyak 0,20 persen atau 31 poin, menjadikannya Rp15.321 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.290 per dolar AS.

Dolar AS memulai perdagangan dengan kuat pada awal sesi Asia pada hari Senin pagi, setelah mengalami kenaikan selama lima minggu berturut-turut. Hal ini terjadi ketika investor menantikan simposium Jackson Hole Federal Reserve untuk mendapatkan panduan mengenai kebijakan suku bunga di masa mendatang.

Dolar AS meraih keuntungan sebesar 0,7 persen terhadap euro selama minggu sebelumnya, menguat tipis terhadap yen, dan melonjak lebih dari 1,0 persen terhadap mata uang Antipodean karena imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, mengindikasikan harapan akan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.(antara)

 
 
 
Editor : Via Ponamon
#kurs #dollar #China #Rupiah