Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Tembaga RI Dapat Perlakuan Spesial! AS Kasih Akses 0% Tarif, Apa Untungnya Buat Indonesia?

ALengkong • 2025-07-16 20:14:18

(sumber foto: freepik.com/tawatchai07)
(sumber foto: freepik.com/tawatchai07)

Jagosatu.com - Amerika Serikat (AS) akhirnya memberikan izin impor tembaga dari Indonesia tanpa dikenakan tarif atau bea masuk.

Langkah ini jadi kabar baik buat industri pertambangan dan ekspor dalam negeri yang sedang berusaha naik kelas.

Tembaga adalah salah satu mineral penting yang dipakai untuk kabel listrik, baterai, dan komponen kendaraan listrik.

Menurut New York Post, kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Donald Trump dalam kunjungannya ke Ohio beberapa hari lalu.

Trump menyebut Indonesia sebagai negara yang "sangat kuat dalam tembaga" dan membuka akses tanpa batas ke pasar Amerika.

Langkah ini muncul setelah ancaman tarif tinggi sebesar 32% yang sebelumnya direncanakan berlaku 1 Agustus 2025.

Trump juga menambahkan bahwa Indonesia akan tetap membayar tarif 19% untuk ekspor lainnya ke AS, tapi tembaga bebas bea.

Menurut Kompas, keputusan ini dicapai setelah negosiasi alot sejak awal Juni antara kedua negara.

AS sedang gencar mencari pemasok mineral penting selain dari China, termasuk tembaga, nikel, dan kobalt.

Mineral penting atau "critical minerals" adalah bahan tambang yang sangat dibutuhkan untuk industri teknologi dan pertahanan.

Tembaga termasuk dalam daftar ini karena punya peran vital dalam transisi energi dan teknologi modern.

BKPM Indonesia menyambut baik keputusan AS dan akan memastikan bahwa tembaga yang diekspor adalah hasil hilirisasi dalam negeri.

Hilirisasi adalah proses mengolah bahan tambang mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi sebelum diekspor.

Langkah ini bisa meningkatkan nilai tambah dan membuka lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.

Menurut Freeport Indonesia, tarif nol persen ini memberi angin segar bagi industri tambang dan mendorong investasi lebih lanjut.

Tony Wenas, Direktur Freeport Indonesia, bilang bahwa tarif 19% saja sudah cukup ringan, apalagi kalau nol persen.

Pemerintah Indonesia, melalui Menko Airlangga, menilai kesepakatan ini jadi peluang emas untuk meningkatkan kerja sama jangka panjang dengan AS.

Dengan kesepakatan ini, Indonesia juga makin kuat posisinya sebagai pemasok utama mineral kritis global.

Kesepakatan perdagangan ini disebut sebagai awal dari era baru hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kita tunggu saja, apakah langkah ini akan diikuti oleh kerja sama di bidang lain, seperti energi terbarukan dan teknologi hijau.

(J)

Editor : ALengkong
#hilirisasi #tembaga Indonesia #perdagangan internasional #tarif #ekonomi global