Jagosatu.com - Uber, perusahaan transportasi online yang terkenal di seluruh dunia, baru saja membuat langkah besar di dunia teknologi mobil otonom.
Uber resmi mengumumkan investasi sebesar 300 juta dolar AS ke perusahaan mobil listrik Lucid.
Lucid dikenal lewat mobil listrik mewahnya, dan kini mereka sedang mengembangkan Lucid Gravity, SUV listrik canggih.
Lucid Gravity ini akan digunakan sebagai robotaxi, yaitu mobil taksi yang bisa jalan sendiri tanpa supir.
Teknologi ini bekerja dengan sistem swakemudi, atau dikenal juga dengan istilah autonomous driving.
Uber menggandeng perusahaan teknologi Nuro untuk mengisi bagian "otak" dari mobil pintar ini.
Menurut Business Insider, Uber menargetkan 20.000 unit robotaxi beroperasi dalam enam tahun ke depan.
Peluncuran perdana dijadwalkan terjadi pada akhir tahun 2026, dimulai di kota-kota besar Amerika Serikat.
Uber sebelumnya pernah mencoba robotaxi tapi gagal karena insiden dan belum matangnya teknologi saat itu.
Kini, dengan kemajuan teknologi dan kolaborasi yang kuat, Uber yakin robotaxi bisa jadi masa depan transportasi.
Robotaxi akan mengurangi biaya operasional karena tak perlu bayar supir, dan lebih ramah lingkungan karena pakai listrik.
Lucid Gravity sendiri adalah mobil listrik besar dengan desain mewah dan kabin luas, cocok untuk penumpang Uber.
Nuro, yang bantu urusan swakemudi, sudah terkenal dengan teknologi pengiriman tanpa pengemudi di Amerika.
Menurut The Verge, sistem swakemudi dari Nuro sudah melewati berbagai tes keamanan dan siap skala besar.
Saham Lucid langsung melonjak lebih dari 43% setelah berita investasi ini muncul, dilansir dari Business Insider.
Ini menunjukkan pasar sangat optimis bahwa kolaborasi Uber dan Lucid akan sukses besar.
Mobil swakemudi seperti robotaxi diprediksi akan mengubah cara kita bepergian di masa depan.
Namun, tentu saja masih ada tantangan seperti regulasi pemerintah dan penerimaan masyarakat.
Uber menyebut bahwa keselamatan dan kenyamanan tetap jadi prioritas utama dalam proyek robotaxi ini.
Dengan langkah ini, Uber makin dekat jadi pemimpin global dalam transportasi masa depan.
Kolaborasi ini juga jadi bukti bahwa mobil listrik dan kecerdasan buatan akan jadi pusat perhatian bisnis teknologi ke depan.
(J)
Editor : ALengkong