Jagosatu.com - Harga Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan utama di pasar aset digital.
Dalam 24 jam terakhir, ETH melonjak 8,11% hingga mencapai level sekitar $4.638,55.
Kenaikan ini membuat banyak pelaku pasar optimis terhadap potensi kenaikan harga di masa depan.
Menurut analisis teknikal, ETH sedang mendekati zona resistensi penting di level $4.800–5.000.
Zona resistensi adalah area harga yang sering menjadi hambatan bagi kenaikan karena banyak trader mengambil keuntungan di titik tersebut.
Jika zona resistensi ini berhasil ditembus, target kenaikan berikutnya diperkirakan bisa mencapai $7.000 bahkan $10.000.
Menurut laporan Indodax Academy, momentum kenaikan ETH saat ini didorong oleh meningkatnya minat investor institusi.
Investor institusi adalah perusahaan besar seperti bank, manajer aset, dan hedge fund yang memiliki modal besar.
Selain itu, perkembangan ekosistem Ethereum, terutama di sektor DeFi dan NFT, juga mendorong permintaan terhadap ETH.
DeFi atau Decentralized Finance adalah layanan keuangan berbasis blockchain tanpa pihak ketiga seperti bank.
NFT atau Non-Fungible Token adalah aset digital unik yang tidak bisa ditukar dengan aset lain secara langsung.
Dilansir dari indodax.com, harga ETH telah menunjukkan tren naik sejak awal bulan ini.
Tren naik atau bullish adalah kondisi ketika harga suatu aset terus meningkat dalam periode tertentu.
Para analis juga menyoroti adanya penurunan suplai ETH di bursa kripto.
Penurunan suplai ini biasanya menjadi sinyal bahwa banyak investor memilih menyimpan ETH daripada menjualnya.
Dengan berkurangnya suplai di pasar, potensi kenaikan harga menjadi semakin besar.
Meski begitu, para analis tetap mengingatkan investor untuk berhati-hati terhadap potensi koreksi harga.
Koreksi adalah penurunan harga sementara setelah kenaikan yang signifikan.
Beberapa trader memanfaatkan momen koreksi untuk membeli kembali di harga lebih rendah.
Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas tinggi, artinya harga bisa berubah dengan cepat dan signifikan.
Bagi investor baru, penting untuk mempelajari analisis teknikal dan manajemen risiko sebelum berinvestasi di ETH.
(db)
Editor : Toar Rotulung