Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Krisis Tarif Global Bikin Panik, Supply Chain Finance Jadi Penyelamat Bisnis Dunia

ALengkong • 2025-09-03 09:02:27

Ilustrasi Supply Chain
Ilustrasi Supply Chain

Jagosatu.com - Dunia bisnis internasional sedang menghadapi tantangan besar karena ketidakpastian ekonomi dan perang tarif antarnegara.

Salah satu solusi yang kini dianggap penting adalah Supply Chain Finance (SCF) atau pembiayaan rantai pasok.

Supply Chain Finance adalah sistem pembiayaan yang membantu pemasok dan pembeli mengatur arus kas dengan lebih fleksibel dan aman.

Menurut Times of India, SCF menjadi tren utama karena perang dagang dan kebijakan tarif yang membuat biaya logistik melonjak.

Dalam praktiknya, SCF memungkinkan pemasok mendapatkan pembayaran lebih cepat tanpa harus menunggu lama dari pembeli.

Di sisi lain, pembeli bisa tetap menjaga likuiditas perusahaan agar tidak terganggu oleh beban pembayaran langsung.

Kondisi ini membuat SCF menjadi penyelamat bagi banyak perusahaan global yang terjepit oleh situasi geopolitik.

Baca Juga: Pabrik Asia Melemah Karena Tarif AS, China Malah Tunjukkan Kejutan Positif!

Dilansir dari Times of India, banyak negara kini mulai membangun pusat SCF atau hub finance untuk mendukung bisnis dalam negeri.

Pusat SCF ini berfungsi sebagai ekosistem yang mempertemukan bank, lembaga keuangan, perusahaan besar, hingga startup fintech.

Tujuannya adalah mempercepat proses pembayaran dan memastikan bisnis tetap berjalan lancar meski ada tekanan global.

Perang tarif antara Amerika Serikat dan beberapa negara besar menjadi salah satu alasan utama meningkatnya ketidakpastian rantai pasok.

Selain itu, ketegangan geopolitik membuat banyak perusahaan kesulitan memastikan bahan baku tetap tersedia.

Dengan adanya SCF, risiko keterlambatan pembayaran bisa ditekan sehingga pemasok tetap bisa memproduksi barang.

Para ahli menyebut SCF sebagai “oksigen baru” untuk bisnis global di tengah badai ekonomi.

Menurut laporan tersebut, negara-negara Asia, termasuk India, mulai memimpin dalam penerapan SCF modern.

Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pusat keuangan dunia dari barat ke timur dalam hal inovasi bisnis.

Banyak perusahaan multinasional kini memasukkan SCF dalam strategi utama agar bisa bertahan menghadapi inflasi global.

Tanpa SCF, kemungkinan besar banyak perusahaan kecil akan kolaps karena arus kas yang macet.

Pemerintah beberapa negara bahkan mulai menyiapkan kebijakan khusus agar lembaga keuangan lebih aktif mendorong SCF.

Tren ini diprediksi akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dari sistem keuangan global di masa depan.

(J)

Editor : ALengkong
#BisnisInternasional #Fintech #SupplyChainFinance #RantaiPasok #PerangTarif #EkonomiGlobal