Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

PHK Massal Mengguncang! Oracle dan Salesforce Tendang Ribuan Pegawai Meski Cuan Besar

Toar Rotulung • 2025-09-05 18:54:43

Oracle melakukan PHK massal ribuan pegawai di berbagai negara demi alihkan dana untuk AI meski keuntungan perusahaan melonjak tinggi
Oracle melakukan PHK massal ribuan pegawai di berbagai negara demi alihkan dana untuk AI meski keuntungan perusahaan melonjak tinggi
Jagosatu.com - Kabar mengejutkan datang dari Oracle yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di berbagai negara.

Oracle yang dikenal sebagai salah satu raksasa teknologi dunia kini kembali memangkas ribuan pegawai dari berbagai divisi.

Menurut laporan terbaru, jumlah karyawan yang terdampak sudah mencapai ribuan orang dalam beberapa minggu terakhir.

Dilansir dari Times of India, jumlah karyawan yang sudah dirumahkan mencapai lebih dari 3.000 orang di seluruh dunia.

PHK ini terjadi meskipun Oracle baru saja mencatatkan pendapatan kuartalan yang cukup tinggi.

Fakta ini membuat publik bertanya-tanya, mengapa perusahaan dengan keuntungan besar justru memangkas pegawai.

Baca Juga: Hollow Knight: Silksong Akhirnya Rilis di Xbox Game Pass, Gamer PC dan Konsol Bisa Main Gratis!

Salah satu alasan utama adalah fokus Oracle untuk mengalihkan investasi ke teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurut TechRadar, PHK ini termasuk 143 staf di Redwood City dan 161 staf di Seattle yang resmi diberhentikan.

Selain itu, Oracle juga mengurangi lebih dari 150 karyawan di divisi cloud di Seattle.

Dilansir dari Economic Times, langkah ini dilakukan untuk mendukung pengeluaran besar perusahaan ke sektor AI.

Tak hanya di Amerika Serikat, dampak PHK juga dirasakan di India, Filipina, Kanada, hingga Meksiko.

India TV News melaporkan bahwa hampir 10 persen staf Oracle di India ikut terdampak, atau sekitar 2.800 orang.

Meski begitu, Oracle masih merahasiakan total angka resmi PHK di tingkat global.

Namun berdasarkan laporan dari DataCenter Dynamics, jumlah karyawan yang terdampak bisa jauh lebih besar dari perkiraan awal.

PHK ini jelas menimbulkan keresahan di kalangan pekerja teknologi yang kini menghadapi gelombang pengurangan pegawai dari banyak perusahaan besar.

Ironisnya, langkah efisiensi ini terjadi saat valuasi saham Oracle berada di titik tinggi mendekati rekor baru.

Benzinga menyoroti bahwa PHK dilakukan meskipun Oracle meraih pendapatan 15,9 miliar dolar AS di kuartal terakhir.

Hal ini menunjukkan strategi perusahaan lebih mengutamakan pengembangan jangka panjang ketimbang kondisi karyawan.

Banyak analis menilai langkah Oracle mirip dengan strategi perusahaan teknologi lain yang beralih fokus ke AI.

Investasi besar-besaran ke AI dianggap penting untuk menjaga persaingan dengan Microsoft, Google, dan Amazon.

Namun bagi para pekerja, kebijakan ini jelas menjadi pukulan berat bagi masa depan karier mereka.

Gelombang PHK ini juga memperlihatkan tren bahwa perusahaan teknologi global tengah mengurangi beban biaya SDM.

Sebagian besar biaya itu kemudian dialihkan untuk membiayai pusat data, server, dan pengembangan model AI baru.

Para pakar juga menilai bahwa langkah ini bisa mengubah lanskap industri teknologi dalam waktu singkat.

Di satu sisi, perusahaan semakin agresif membangun ekosistem AI, tapi di sisi lain banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan.

Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa stabilitas kerja di sektor teknologi tidak selalu terjamin.

Meskipun bekerja di perusahaan besar, risiko PHK tetap ada jika strategi bisnis berubah.

Para pekerja kini dituntut untuk lebih siap menghadapi transformasi digital yang serba cepat.

PHK Oracle menjadi contoh nyata bahwa era AI membawa peluang sekaligus tantangan besar bagi pekerja global.

Banyak pihak berharap ada kebijakan perusahaan yang lebih berimbang antara inovasi dan kesejahteraan pegawai.

Gelombang PHK ini diperkirakan belum berakhir, dan bisa terus berlanjut selama tren investasi AI masih berlangsung.

Keputusan Oracle menandai babak baru dalam persaingan teknologi dunia yang kian ketat.

Kini publik menunggu, apakah langkah ini benar-benar akan membawa Oracle ke level baru atau justru menciptakan masalah sosial baru.

Situasi ini masih terus berkembang dan akan menjadi perhatian besar bagi dunia teknologi dalam beberapa bulan ke depan.

vyr

Editor : Toar Rotulung
#AI #PHK Massal #Salesforce #Oracle #Bisnis Global #Teknologi