Dahlan Iskan: Agar Duit Luar Cepat Masuk, Bitung Harus jadi Gerbang Ekspor Langsung, Jangan Transit

Hairil Paputungan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:48 WIB
PUSH PELABUHAN BITUNG: David E. Sumual, Chief Economist BCA Group,  Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara,  Dahlan Iskan Menteri BUMN Periode 2011-2014 di acara Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Dunia Usaha Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026), di Four Points by Sheraton Manado. (foto:mpg)
PUSH PELABUHAN BITUNG: David E. Sumual, Chief Economist BCA Group, Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Dahlan Iskan Menteri BUMN Periode 2011-2014 di acara Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Dunia Usaha Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026), di Four Points by Sheraton Manado. (foto:mpg)

JAGOSATU.COM- Ekspor menjadi salah satu kunci mendorong kemajuan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut). Peluang tersebut semakin besar jika Bitung berkembang sebagai pintu gerbang ekspor langsung dari kawasan Indonesia Timur ke pasar internasional.

Itu yang disampaikan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011–2014, Dahlan Iskan (DI), dalam acara Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Dunia Usaha Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026), di Four Points by Sheraton Manado.

Menurut DI, singkatan namanya, perputaran ekonomi daerah tidak cukup hanya mengandalkan belanja pemerintah melalui APBD maupun APBN. Daerah juga membutuhkan sumber pemasukan dari luar negeri, terutama ekspor dan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Di negara atau di daerah itu cuma dua, ekspor dan turis. Maksudnya duit dari negara lain yang masuk ke sini,” kata eks Direktur Utama PLN ini.

Eksportir kata DI, memiliki peran penting karena menjadi salah satu penggerak masuknya devisa dari luar negeri. Semakin banyak produk daerah yang mampu menembus pasar internasional, semakin besar potensi uang luar negeri masuk dan berputar di daerah.

“Mereka yang menarik devisa atau duit dari negara luar masuk ke Indonesia, lebih khusus lagi ke Sulawesi Utara,” katanya.

Hanya saja DI menyoroti masih adanya persoalan rantai ekspor komoditas Sulut. Sejumlah produk unggulan daerah, seperti ikan tuna, sirip tuna, pala, kelapa dan masih banyak lagi, masih dikirim melalui daerah lain sebelum diteruskan ke negara tujuan.

Kondisi ini membuat Sulut belum sepenuhnya memperoleh manfaat ekonomi dari posisi strategisnya sebagai salah satu wilayah yang berhadapan langsung dengan kawasan Asia Pasifik.

Karena itulah, DI mendorong Bitung diperkuat sebagai pintu gerbang ekspor langsung dari Sulut. Dengan konektivitas perdagangan yang lebih baik, produk daerah dapat dikirim langsung ke pasar tujuan tanpa harus melalui pelabuhan di daerah lain. “Kalau Bitung itu, bisa ekspor langsung dan jadi pintu gerbang,” tegasnya.

Peluang tersebut juga terbuka lebar dengan pasar China yang memiliki populasi sekira 1,4 miliar jiwa. DI menilai besarnya jumlah penduduk tersebut menjadi potensi pasar yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas ekspor berbagai komoditas Sulut maupun kawasan Timur Indonesia.

Bitung juga berpeluang menjadi simpul ekspor komoditas sejumlah wilayah di Indonesia Timur, seperti Maluku, Ternate, Papua hingga Sorong.

Produk daerah-daerah tersebut dapat dikonsolidasikan melalui Bitung sebelum dikirim langsung ke negara tujuan.

Dengan begitu fungsi Bitung tidak hanya sebagai pelabuhan bagi Sulut, tetapi juga dapat berkembang sebagai salah satu hub perdagangan dan ekspor kawasan Indonesia Timur.

Ia meyakini, makin banyak produk yang diekspor langsung melalui Bitung, semakin besar pula peluang devisa masuk ke Sulut. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi dan menciptakan aktivitas usaha baru di daerah.

Bincang Ekonomi tersebut juga menghadirkan pembicara lain yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan dunia usaha, yakni David E. Sumual, Chief Economist BCA Group, dan Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, yang memberikan opening remarks.

Forum menjadi ruang untuk membahas outlook ekonomi sekaligus prospek dunia usaha Sulut, termasuk peluang penguatan perdagangan, investasi dan sektor-sektor ekonomi yang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi daerah.(ria/kezi/ayu/mpg)

Editor : Hairil Paputungan
Eksport di Pelabuhan Bitung