Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Langkah Aneh AS di Argentina: Intervensi Mata Uang yang Bikin Dunia Geleng-Geleng!

ALengkong • 2025-10-22 06:00:00

President Donald Trump meets with Argentina’s President Javier Milei at the Gaylord National Resort & Convention Center in Oxon Hill, Maryland, on Saturday, February 22, 2025. (Official White House Photo by Molly Riley)
President Donald Trump meets with Argentina’s President Javier Milei at the Gaylord National Resort & Convention Center in Oxon Hill, Maryland, on Saturday, February 22, 2025. (Official White House Photo by Molly Riley)

Jagosatu.com - Dunia ekonomi kembali dibuat bingung oleh keputusan Amerika Serikat yang tiba-tiba ikut campur dalam urusan mata uang Argentina.

Langkah ini disebut sebagai intervensi valuta asing, yaitu tindakan pemerintah untuk membeli atau menjual mata uang agar nilainya stabil di pasar.

Biasanya, intervensi semacam ini dilakukan oleh negara terhadap mata uangnya sendiri, bukan mata uang negara lain.

Namun kali ini, pemerintah AS justru turun tangan untuk membantu peso Argentina yang sedang jatuh bebas terhadap dolar.

Menurut laporan Reuters, langkah ini terjadi karena ekonomi Argentina sedang mengalami inflasi tinggi dan penurunan nilai tukar drastis.

Intervensi itu dilakukan dengan cara Bank Sentral AS membeli peso dalam jumlah besar menggunakan dolar cadangan.

Tujuannya diklaim untuk membantu menstabilkan pasar keuangan Argentina yang sudah di ambang krisis.

Baca Juga: Waduh! China Tidak Impor Kedelai Sama Sekali dari AS, Petani Amerika Mulai Panik!

Namun, banyak analis menilai langkah ini “tidak lazim dan berisiko” bagi sistem keuangan global.

Beberapa ekonom bahkan menyebut tindakan ini bisa menjadi “preseden berbahaya” karena membuka peluang negara besar ikut mengatur ekonomi negara lain.

Menurut pakar ekonomi dari Columbia University, kebijakan ini bisa menimbulkan ketergantungan dan mengganggu kedaulatan finansial Argentina.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa langkah ini justru bisa menekan pasar negara berkembang lain yang juga bergantung pada dolar.

Investor global kini mulai berhati-hati, karena takut Amerika bisa melakukan hal serupa di negara lain jika dianggap “strategis”.

Kritik juga datang dari dalam negeri Amerika sendiri, terutama dari kalangan oposisi dan beberapa lembaga keuangan besar.

Mereka menilai kebijakan ini lebih bersifat politik daripada ekonomi, apalagi di tengah situasi menjelang pemilihan presiden di AS.

Dilansir dari Reuters, intervensi ini dilakukan tanpa koordinasi penuh dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Padahal, IMF selama ini adalah lembaga yang biasanya menengahi krisis keuangan seperti yang dialami Argentina.

Langkah sepihak ini dikhawatirkan bisa menimbulkan ketegangan diplomatik baru antara AS dan negara-negara Amerika Latin.

Sementara itu, di Buenos Aires, sebagian masyarakat menyambut baik karena nilai peso sempat sedikit menguat setelah intervensi.

Namun banyak yang sadar bahwa penguatan itu mungkin hanya sementara, karena masalah utamanya tetap ada: inflasi tinggi dan utang besar.

Ekonom lokal menyebut bahwa tanpa reformasi struktural, intervensi ini hanya “menambal sementara kapal yang sudah bocor besar.”

Situasi ini kini diawasi ketat oleh lembaga keuangan dunia, karena bisa menjadi contoh baru bagaimana kekuatan besar menggunakan keuangan sebagai alat diplomasi.

Beberapa pengamat juga memperingatkan bahwa langkah ini bisa menimbulkan efek domino, terutama jika pasar mulai kehilangan kepercayaan pada stabilitas dolar AS.

Perdebatan pun terus berlangsung, apakah ini langkah penyelamatan atau bentuk baru dari pengaruh ekonomi global.

Satu hal yang pasti, dunia kini menatap AS dan Argentina dengan penuh tanda tanya besar: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari semua ini?

(J)

Editor : ALengkong
#ArgentinaCrisis #PasarUang #MataUang #ASIntervensi #EkonomiGlobal