Perjalanan mereka tak mudah, tapi hasilnya menunjukkan tim ini tampil lebih baik dibandingkan tim Cina lainnya.
Meski kalah dari KBG di final, DFYG tetap mengamankan tempat di Wildcard untuk berjuang ke Swiss Stage.
Sasa bersama Loong, mantan pro player asal Malaysia, membuktikan bahwa pengalaman mereka punya pengaruh besar.
Sasa dikenal sebagai salah satu legenda Mobile Legends Malaysia.
Ia pernah menjadi bagian dari ONIC Kage yang mengukir sejarah dengan treble winner di MPL Indonesia.
Sebagai pelatih, Sasa membawa harapan besar dari para fans Mobile Legends, khususnya Malaysia.
DFYG diharapkan mampu bersinar dan membuktikan kehebatan Sasa sebagai pelatih.
Dalam sebuah wawancara, Sasa mengungkapkan rasa senangnya menjadi pelatih.
Menurutnya, menjadi pelatih memberinya kesempatan untuk berpikir tanpa harus memikirkan mekanik permainan.
Loong, rekan sesama pelatih, mengakui bahwa Sasa cukup galak saat melatih.
Namun, Loong juga menyebut bahwa Sasa lebih terkontrol saat menjadi pelatih dibandingkan ketika masih bermain.
Sasa mengaku tugasnya hanya menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh para pemain.
Jika strategi gagal, ia akan segera mencari solusi lain untuk diterapkan.
Ia merasa senang karena bisa mengarahkan tim tanpa harus turun langsung ke arena.
DFYG akan berada di grup A bersama Geekay Esports, Nightmare Esports, dan ULFHEDNAR, unggulan pertama Wildcard.
Perjuangan mereka dipastikan tak akan mudah.
Namun, semua mata tertuju pada Sasa dan DFYG untuk melihat apakah mereka mampu bersaing di Wildcard M6.
Mampukah Sasa membuktikan kehebatannya sebagai pelatih?
Atau ini hanya sekadar eksperimen belaka?