Jagosatu.com - Musim ke-15 MPL Indonesia menjadi mimpi buruk bagi tim legendaris EVOS Legends. Bertabur bintang, penuh harapan, tapi hasilnya di luar dugaan—gagal lolos ke playoff untuk kedua kali secara beruntun. Ini pertama kalinya dalam sejarah Macan Putih harus menelan pil pahit dua musim berturut-turut tanpa mencicipi babak playoff.
Padahal, nama-nama besar seperti Albert, Kyy, dan SwayLow sudah digaet demi mengembalikan kejayaan. Namun sejak pekan ke-8, EVOS sudah dipastikan tersingkir. Ekspektasi tinggi berujung antiklimaks.
Age: "Masalahnya Bukan Depezet, Tapi Coaching Staff!"
Di tengah banyaknya spekulasi dan tudingan soal penyebab keterpurukan EVOS, Age, salah satu sosok berpengaruh di skena MLBB Indonesia, akhirnya angkat bicara. Dalam sebuah siaran langsung (streaming), ia menyampaikan pendapat tajam terkait kondisi internal EVOS.
Selama ini, kasus Depezet—pemain muda yang sempat terlibat masalah—disebut-sebut sebagai biang keladi. Namun Age membantah keras anggapan itu.
“Orang bilang karena Depezet EVOS jadi gagal, tapi masalah sebenarnya lebih dalam. Ini soal pengawasan dari pelatih. Kok bisa kejadian yang sama terulang dua kali?” tegas Age.
Menurutnya, kejadian seperti itu seharusnya bisa dicegah jika staf pelatih benar-benar memantau pemain, baik di dalam maupun luar game (outgame). Ia menyayangkan kurangnya kontrol dari tim pelatih terhadap perilaku pemain.
“Kalau dulu anak-anak saya nakal, saya ingetin terus. Coach harus belajar dari pengalaman, jangan sampai kecolongan,” tambahnya.
Saatnya Pembenahan atau Ulang Tahun Lagi Tanpa Playoff?
Komentar Age mempertegas bahwa EVOS bukan sekadar krisis pemain, tapi krisis manajemen dan kepelatihan. Fans kini menantikan apakah akan ada restrukturisasi besar untuk menyelamatkan musim depan.
Apakah EVOS akan bangkit sebagai Macan yang lapar, atau tetap terjebak dalam siklus medioker? Yang pasti, tekanan dari fans dan komunitas tidak akan mereda dalam waktu dekat.
Editor : ALengkong