Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

ONIC Balikkan Keadaan! Ini Faktor Kekalahan RRQ di Grand Final MPL S15

ALengkong • 2025-06-17 08:56:48
RRQ Hoshi finish sebagai runner up MPL ID Season 15
RRQ Hoshi finish sebagai runner up MPL ID Season 15

Jagosatu.com - Pertandingan Grand Final MPL Indonesia Season 15 antara RRQ Hoshi dan ONIC Esports layaknya drama lima babak yang penuh plot twist. Dalam format best-of-seven, RRQ sempat menguasai panggung dan bahkan menyentuh match point di game ke-6. Namun ONIC, si raja langit, sukses membalikkan keadaan dan mengangkat trofi ke-7 mereka di MPL ID.

Apa yang sebenarnya membuat RRQ harus mengakui keunggulan ONIC? Berikut lima alasan utama yang jadi penentu hasil pertandingan semalam:

1. Agresif tapi Terlalu Nekat: Overcommit Jadi Bumerang

RRQ tampil garang dan penuh inisiatif. Sayangnya, agresivitas mereka seringkali berubah menjadi blunder. Overcommit yang berulang di mid-game, terutama saat unggul di game ke-6, justru membuka ruang bagi ONIC untuk comeback. Salah satu momen krusial adalah saat RRQ menyerbu Pharsa namun gagal mengamankannya—kesalahan ini langsung dihukum ONIC dan mengubah arah pertandingan.

2. Mental Baja ONIC: Tenang di Bawah Tekanan

Meski sempat tertinggal, ONIC tidak goyah. Mereka menunjukkan mentalitas juara dengan tetap fokus, bahkan saat dipaksa bermain super defensif. Ketika RRQ berada di ambang kemenangan 4-2, ONIC justru mampu membalikkan keadaan jadi 3-3, lalu menutup dengan kemenangan meyakinkan di game ke-7. Ini bukan hanya soal mekanik, tapi mental bertahan hidup di level tertinggi.

3. Sentuhan Strategis Coach Yeb & Draft Brilian

Kembalinya Coach Yeb ke kursi pelatih ONIC membawa angin segar. Draft ONIC tak hanya solid tapi juga sulit ditebak. Kombinasi hero seperti Ling, Masha, Kaja, dan Pharsa sukses menciptakan skenario teamfight yang selalu menguntungkan ONIC. Fleksibilitas dalam pick dan counter menjadi pembeda besar di sepanjang seri final.

4. Sanz "Gilak" Kembali! Performa Individu ONIC Meledak

Di sisi pemain, ONIC tampil menawan secara individu. Nama seperti Kairi, toyy, dan terutama Sanz jadi kunci dalam teamfight krusial. Sanz benar-benar menggila di panggung final, menciptakan banyak play penting dan akhirnya menyabet Final MVP dengan performa super konsisten sepanjang laga.

5. Momentum ONIC Tak Terhentikan

Datang ke Grand Final dengan status tak terkalahkan di playoff, ONIC memanfaatkan momentum positif mereka untuk tampil lebih pede dan stabil. Mentalitas “we’re on fire” membuat RRQ berada di bawah tekanan terus-menerus. Bahkan ketika sempat tertinggal, ONIC tidak kehilangan kendali. Momentum kemenangan beruntun ini jelas jadi bahan bakar mereka mengunci gelar MPL ketujuh.

Kesimpulan:

RRQ tidak bermain buruk, bahkan sempat unggul dan menyentuh match point. Namun kombinasi dari overcommit, tekanan mental, draft lawan yang kuat, serta performa individu ONIC membuat segalanya berubah di detik-detik terakhir. Kemenangan ini menjadi gelar ke-7 ONIC Esports di MPL Indonesia—mereka kini semakin kokoh di puncak sejarah Mobile Legends tanah air.

Meski pahit, kekalahan ini jadi bahan evaluasi penting bagi RRQ untuk lebih disiplin dalam strategi, lebih tenang dalam tekanan, dan siap kembali lebih kuat di musim berikutnya.

Editor : ALengkong
#RRQ Hoshi #Esports News #onic #MPL ID S15 #Esports Indonesia #mobile legends