Jagosatu.com – Industri game lokal kembali bergairah lewat kemunculan Wardeka, sebuah game besutan Mahardika Games dan BigDade Studio yang kini menjadi sorotan komunitas gamer di Indonesia.
Nama "Wardeka" sendiri merupakan singkatan dari "Warna dan Kejayaan", mencerminkan semangat nasionalisme dan keberagaman budaya yang dituangkan dalam bentuk digital interaktif.
Wardeka hadir dalam dua versi permainan utama yang saling melengkapi dan menyasar dua jenis gamer berbeda.
Pertama adalah versi strategi militer yang mengajak pemain berperan sebagai pemimpin kerajaan-kerajaan dari berbagai daerah di Nusantara, mulai dari Jawa, Sumatera, Papua, hingga Sulawesi.
Setiap kerajaan memiliki keunikan tersendiri, termasuk kekuatan khusus yang terinspirasi dari cerita rakyat, mitologi lokal, dan sejarah kebudayaan Indonesia.
Game ini menyuguhkan fitur strategi mendalam seperti pengelolaan logistik, manajemen pasukan, efek cuaca dan musim, serta sistem “Aliansi Budaya” yang memperkaya pengalaman bermain.
Wardeka versi strategi juga mendukung mode multiplayer, memungkinkan pemain untuk saling mengadu taktik dan kekuatan secara online dalam medan perang digital bernuansa Nusantara.
Keunikan dan kualitas eksekusi Wardeka membuatnya berhasil menembus nominasi “Best Local Strategy Game” di ajang Indonesia Game Awards 2024.
Selain versi strategi, Wardeka juga dikembangkan dalam versi Third-Person Shooter (TPS) bertema cyberpunk futuristik yang disebut “Wardeka: Battleground”.
Di versi ini, pemain akan memasuki kota fiksi bernama Edonisia, sebuah dunia masa depan yang mengambil inspirasi dari kota-kota di Indonesia namun dibalut dalam visual teknologi tinggi.
Bangunan tradisional digabung dengan elemen cyberpunk, menciptakan lingkungan bermain yang unik dan imersif.
Karakter seperti Waraney dan Ayu dirancang memadukan busana adat dengan desain futuristik, memberikan identitas lokal yang kuat sekaligus modern.
Mode permainan di versi TPS mencakup deathmatch, battle royale, hingga capture the flag, yang semuanya dirancang dengan gameplay cepat, intens, dan penuh aksi.
warBaca Juga: Wardeka: Ketika Budaya Bertemu Cyberpunk dalam Sebuah Game
Sistem kontrol Wardeka sangat responsif, animasi karakter dibuat luwes, serta efek suara senjata yang realistis membuat pengalaman bermain semakin hidup.
BigDade Studio juga menyematkan fitur kostumisasi karakter yang memungkinkan pemain untuk mengubah tampilan jagoannya dengan beragam kostum dan aksesori unik bernuansa Indonesia.
Wardeka: Battleground akan menjadi salah satu gim utama dalam turnamen Warbiasa Governor League 2025 yang diselenggarakan di Sulawesi Utara.
Turnamen tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Provinsi Sulut dan Sumpah Pemuda, dengan format hybrid (online dan offline), serta terbuka untuk pelajar, mahasiswa, komunitas gamer, dan atlet profesional.
Publisher Majamojo menyatakan bahwa Wardeka bukan hanya gim hiburan, tapi juga sarana untuk memperkenalkan budaya lokal ke panggung dunia serta membentuk ekosistem esports berbasis kearifan lokal.
Menurut laporan Data.ai, pasar game mobile di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, membuka peluang besar bagi game seperti Wardeka untuk unjuk gigi secara global.
Respon komunitas terhadap Wardeka sejauh ini sangat positif, dengan feedback dari masa beta digunakan sebagai dasar pengembangan fitur dan peningkatan kualitas gameplay.
Dengan antusiasme yang terus meningkat dan dukungan dari berbagai pihak, Wardeka diyakini mampu menjadi simbol kebangkitan game lokal yang punya cita rasa internasional.
Saat ini, Wardeka sudah tersedia Google Play Store.(chK)
Editor : ALengkong