FPS adalah genre game tembak-tembakan yang sudut pandangnya dari mata kita sendiri, seolah kita yang sedang memegang senjata di dalam game.
Bukan rahasia lagi kalau negara kita ini sudah seperti "gudang"-nya para pemain jago dengan skill menembak dan strategi yang luar biasa.
Ini bukan sekadar omong kosong atau klaim tanpa bukti, lho.
Prestasi mereka sudah terukir jelas lewat piala-piala yang berhasil dibawa pulang dari panggung dunia.
Mari kita putar waktu sedikit ke belakang, ke era emas game Point Blank.
Di game legendaris inilah, para pro player dari Indonesia pertama kali menunjukkan taringnya ke seluruh dunia.
Sekadar info, pro player itu adalah singkatan dari professional player, yaitu atlet esports yang menjadikan bermain game sebagai karier dan pekerjaan utamanya.
Menurut laporan dari Tempo.co dan Liputan6.com, tim perwakilan Indonesia, RRQ TCN, sukses merebut gelar juara dunia dalam turnamen Point Blank World Challenge 2019 di Rusia.
Kemenangan ini menjadi bukti sahih bahwa talenta anak bangsa mampu bersaing dan menjadi yang terbaik.
Tapi kehebatan Indonesia tidak berhenti di satu game saja.
Scene esports kita terus berkembang pesat dan melahirkan banyak juara baru.
Scene esports bisa diartikan sebagai lingkungan atau komunitas kompetitif dari sebuah game, lengkap dengan pemain, tim, turnamen, dan penontonnya.
Dilansir dari KINCIR.com, tim-tim Indonesia juga berhasil meraih gelar juara dunia di game battle royale yang sangat populer seperti Free Fire dan PUBG Mobile.
Prestasi ini menunjukkan bahwa kemampuan adaptasi dan penguasaan meta permainan para pemain kita sangatlah tinggi.
Meta sendiri adalah singkatan dari Most Effective Tactic Available, yang artinya strategi atau cara bermain paling efektif yang sedang populer di sebuah game.
Bahkan di game tactical shooter modern yang lebih kompleks seperti Valorant, tim-tim Indonesia sudah sering tampil di panggung internasional.
Tactical shooter adalah sub-genre dari game FPS yang lebih menekankan pada strategi tim, komunikasi, dan penggunaan kemampuan unik karakter, bukan cuma adu tembak.
Semua pencapaian ini membuktikan satu hal.
Indonesia benar-benar merupakan gudang talenta untuk game tembak-tembakan.
Bakat-bakat baru terus bermunculan di setiap generasi, seolah tidak pernah ada habisnya.
Nah, di tengah ekosistem yang sudah sangat matang ini, muncul sebuah kabar menarik dari dalam negeri.
Sebuah studio game asal Manado, BigDade Studio, telah merilis game shooter buatan mereka sendiri.
Game ini bernama Wardeka: Battleground.
Saat ini, Wardeka masih berada dalam tahap beta, yang artinya game-nya sudah bisa dimainkan tapi masih terus dikembangkan dan disempurnakan berdasarkan masukan dari pemain.
Kehadiran Wardeka sebagai game FPS buatan lokal tentu menjadi sebuah angin segar.
Ini memunculkan sebuah pertanyaan besar yang menarik.
Akankah para pemain jago dan tim-tim esports yang sudah terbukti mental juaranya ini melirik Wardeka?
Mungkinkah talenta dan skill kelas dunia mereka akan benar-benar teruji di medan pertempuran buatan anak bangsa sendiri?
Bayangkan betapa serunya jika para juara dunia kita ikut meramaikan dan berkompetisi di dalam game lokal.
Ini bisa menjadi pembuktian bahwa kualitas game lokal mampu menjadi arena yang layak untuk talenta global.
Kita tunggu saja kelanjutannya.
(vyr)
Editor : Toar Rotulung