Jagosatu.com - Di Indonesia, bermain game lewat HP jadi kegiatan sehari-hari bagi banyak orang.
Menurut laporan dari Omnicom Media Group APAC, 96% gamer Indonesia lebih sering main game lewat perangkat mobile.
Angka ini bikin Indonesia jadi pasar mobile gaming terbesar di Asia Pasifik.
Mobile gaming dianggap lebih praktis karena bisa dimainkan di mana saja dan kapan saja.
Gak heran kalau 61% gamer di Indonesia main game mobile setiap hari.
Tapi anehnya, banyak developer game lokal malah fokus bikin game untuk PC.
Menurut DetikINET, pengembang lokal masih menganggap platform PC lebih stabil dan cocok buat game premium.
Game PC biasanya punya tampilan yang lebih keren dan gameplay yang lebih kompleks.
Selain itu, game PC juga lebih mudah masuk ke platform distribusi global seperti Steam dan Epic Games.
Baca Juga: Game Lokal Masih Kalah Pamor? Ini Alasan Kenapa Kita Lebih Pilih Game Asing!
Developer juga bisa jual game dengan sistem sekali beli, tanpa ribet bikin sistem top-up atau iklan.
Sementara itu, bikin game mobile butuh strategi khusus seperti in-app purchase dan monetisasi lewat iklan.
Meskipun terlihat menguntungkan, sistem monetisasi di mobile gak semudah yang dibayangkan.
Kalau game mobile gak viral atau gak sering update, pemain bisa cepat bosan dan pindah ke game lain.
Itulah kenapa banyak developer lokal lebih nyaman bermain aman di jalur PC gaming.
Namun, fakta di lapangan tetap menunjukkan mobile gaming masih merajai.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mencatat pasar game Indonesia tembus Rp 33,7 triliun di tahun 2024.
Tapi mirisnya, 95% dari pendapatan ini masih dikuasai oleh developer luar negeri.
Artinya, meskipun gamer Indonesia banyak, yang diuntungkan malah studio dari luar.
Game lokal seperti Wardeka mencoba membuktikan bahwa game buatan Indonesia juga bisa bersaing.
Wardeka hadir di Android dan aktif dalam turnamen esports lokal, menunjukkan upaya nyata untuk menembus pasar mobile dan kompetitif.
Dengan semakin banyak dukungan dan promosi, game lokal bisa ikut menikmati kue besar dari industri game nasional.
(KT)
Editor : ALengkong