JAGOSATU.COM Jakarta - Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P(K) mendorong masyarakat untuk tetap menjalani vaksinasi keempat atau booster kedua, meskipun status pandemi COVID-19 di Indonesia telah berubah menjadi endemi.
"Vaksin keempat atau booster kedua tetap menjadi bagian dari program pemerintah, oleh karena itu disarankan untuk tetap melaksanakannya," kata Erlina dalam konferensi pers daring, Kamis.
Baca Juga: 10 Tips untuk Mengolah Daging agar Mendapatkan Tekstur yang Lebih Empuk
Erlina, seorang dokter spesialis paru, menjelaskan bahwa vaksinasi keempat masih sangat penting karena tingkat capaiannya yang masih rendah. Dengan peningkatan tingkat kekebalan tubuh yang lebih tinggi, akan berdampak pada tingkat infeksi COVID-19 di masyarakat. Vaksinasi berperan penting dalam membentuk antibodi masyarakat terhadap COVID-19, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus.
"Pemerintah juga harus tetap berkomitmen untuk melaksanakan vaksinasi keempat ini, sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya," ujar Erlina.
Erlina memperingatkan bahwa meskipun COVID-19 telah dapat dikendalikan dengan baik dan kemungkinan munculnya varian baru dari virus SARS-CoV-2 sangat kecil, risiko penularan antarindividu masih tetap ada.
Oleh karena itu, selain meningkatkan kekebalan tubuh melalui vaksinasi keempat, dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menggunakan masker saat berada di keramaian, terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi seperti lansia. Menggunakan masker merupakan salah satu cara yang efektif dalam mencegah penularan COVID-19.
Baca Juga: PB IDI Mengungkapkan Penjelasan Mengenai Isolasi Mandiri COVID-19 Selama Pandemi Endemi.
"Meskipun situasinya sudah terkendali, bukan berarti penyakitnya sudah tidak ada, risiko penularan masih ada. Oleh karena itu, kami tetap menghimbau masyarakat yang berisiko tinggi seperti lansia, orang dengan kondisi komorbid, atau yang memiliki penyakit terkait imunitas, untuk tetap menjaga diri saat berada di keramaian dengan menggunakan masker," jelas Erlina.
Presiden Joko Widodo secara resmi mencabut status pandemi COVID-19 di Indonesia, sehingga negara memasuki masa endemi COVID-19 pada Rabu (21/6). Keputusan ini diambil pemerintah dengan mempertimbangkan angka kasus konfirmasi harian COVID-19 yang mendekati nihil.
Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa hasil survei menunjukkan 99 persen masyarakat Indonesia telah memiliki antibodi COVID-19.(antara)