Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

DKJ Fest 2023, Menguatkan Ekosistem Seni Jakarta Melalui Pembukaan Resmi.

Aryanti Sasamu • 2023-06-23 13:51:41
Pembukaan festival seni
Pembukaan festival seni

JAGOSATU.COM - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) secara resmi membuka festival seni "DKJ Fest 2023" di Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Kamis (22/6) malam. Festival ini diadakan sebagai siasat untuk memperkuat ekosistem seni di Jakarta.

Dalam rangka memperingati hari jadi Jakarta yang ke-496, DKJ Fest tahun ini mengusung tema "KELINDAN: Meretas Kahar Ekosistem Seni".

Festival ini menampilkan berbagai program unggulan dari Komite Seni Rupa, Komite Film, dan Komite Tari DKJ, yang diadakan mulai tanggal 20 Juni hingga 7 Juli 2023 di Gedung Trisno Soemardjo dan Graha Bhakti Budaya, TIM.

"Harapannya publik dapat menikmati, mengapresiasi, ada sesuatu yang bisa diserap secara pengetahuan, inspirasi atau apapun yang memang penting untuk kehidupan dan kemajuan seni di Jakarta.

Ini juga sebagai bentuk penguatan ekosistem seni di Jakarta yang harus berkelindan," kata Ketua Umum DKJ, Danton Sihombing.

Danton menjelaskan bahwa kata "kahar" dalam tema festival ini merujuk pada keadaan darurat yang menjadi pelajaran penting untuk menyelesaikan masalah dengan bijak.

Sementara itu, kata "kelindan" mengacu pada benang baru yang dipintal dan mencerminkan hubungan yang erat dan menyatu.

Baca Juga: BNN RI Menghancurkan 122,9 Kilogram Sabu Menjelang Peringatan HANI di Bali.

Rangkaian kegiatan seni dalam festival ini diadakan secara terbuka untuk publik tanpa biaya dan melibatkan ekosistem dari beberapa komunitas.

Hal ini bertujuan untuk menjadi tolok ukur kualitas penyelenggaraan kegiatan seni di Jakarta.

"Program-program kita ini dimensinya mulai dari presentasi riset, diskusi, lokakarya, sampai dengan pameran, jadi bukan sekadar festival, namun juga sebagai tolok ukur kegiatan kesenian yang terutama dilaksanakan oleh DKJ," ujar Danton.

Selain itu, DKJ Fest juga merupakan pernyataan sikap terhadap situasi kahar di beberapa ruang seni di Jakarta serta pernyataan artistik terhadap situasi kesenian di Jakarta dari masa lampau, saat ini, dan masa depan.

Situasi kahar yang dimaksud mencakup berbagai persoalan yang terjadi sejak pra-revitalisasi, revitalisasi, hingga pasca-revitalisasi fisik TIM.

Ketika revitalisasi ruang seni seperti TIM mengancam keberlanjutan sebagai ruang publik, maka ekosistem kesenian secara keseluruhan juga terancam.

Danton menjelaskan bahwa tata kelola ruang-ruang seni di Jakarta sedang mengalami gejolak akibat pandemi COVID-19 dan krisis pasca-pandemi yang telah mengungkap banyak masalah dalam ekosistem seni.

Baca Juga: Persis Solo Merasa Serasa Spanyol dengan Lengkapnya Slot Pemain Asing setelah Merekrut Roni Gonzalez

"Ada pesan yang ingin kami sampaikan, pertama konteks kahar itu terhadap ruang seni sebagai ruang publik, sebagai contoh kasus TIM ini, yang menjadi bagian dari ekosistem seni secara ruang, bahwa itu berkelindan tidak bisa dilepas satu sama lain," tambah Danton.

DKJ Fest 2023 menampilkan beragam program seperti pameran Arsip dan Koleksi DKJ dengan tajuk "Pekan, Pesta, Festival: Bermula dari Cikini Raya 73",

Pameran Maestro Film Indonesia berjudul "Silang Visual: Film dan Seni Rupa Grafis", Pekan Koreografi Indonesia, Interdisipliner, Unboxing Tari, Diskusi, Pemutaran Film, dan Lokakarya.(Antara)

Editor : Aryanti Sasamu
#taman ismail marzuki #tim #festival seni #dkj fest #Jakarta