JAGOSATU.COM - Di beberapa daerah, tahun ajaran baru sekolah telah dimulai. Namun, di Jakarta dan beberapa provinsi lainnya, tahun ajaran baru baru akan dimulai pada pekan depan, tepatnya tanggal 17 Juli 2023.
Pada awal tahun ajaran baru, tidak jarang anak-anak mengalami sindrom liburan. Mereka terbawa suasana liburan yang telah berlalu, sehingga pada hari pertama sekolah sering kali merasa malas dan kurang bersemangat.
Sindrom tersebut bisa terjadi pada anak-anak mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah.
Sakroni, seorang Pengembang Teknologi Pembelajaran dari Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret yang dikutip dari laman Asosiasi Pengembang Teknologi Pembelajaran Indonesia (APTPI) Kemendikbud, menyatakan bahwa perasaan malas tersebut adalah hal yang wajar. Meskipun demikian, orang tua perlu melakukan beberapa strategi agar anak-anak tetap bersemangat menghadapi masa sekolah.
Baca Juga: Lonjakan Ekspor Mobil China Mencapai 56 Persen pada Juni 2023
"Kadang orang tua akan menghadapi situasi yang mengganggu seperti anak yang rewel atau tidak mau pergi ke sekolah saat awal tahun ajaran baru," ungkap Sakroni.
Ada berbagai alasan mengapa anak-anak malas pergi ke sekolah, seperti rasa takut, malu, sungkan, atau sekadar merasa malas. "Perasaan tersebut adalah hal yang manusiawi karena anak-anak akan menghadapi lingkungan baru yang penuh dengan ketidakpastian dan mereka perlu beradaptasi," tambah Sakroni.
Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam menghadapi situasi tersebut:
-
Kontrol emosi dan tetap tenang Ketika anak-anak rewel dan enggan pergi ke sekolah, terutama pada hari pertama masuk, orang tua sebaiknya tidak terpancing emosi. Hal ini dapat membuat anak menjadi lebih tertekan. Tetaplah sabar dan bantu anak untuk pergi ke sekolah dengan tetap tenang, sehingga orang tua dapat mengetahui penyebab ketidakberangkatan anak tersebut.
-
Berikan semangat dan motivasi Setelah mengetahui masalah yang dihadapi anak, orang tua dapat memberikan semangat dan motivasi. Misalnya, bantu anak untuk mengatasi perasaan minder. Beritahu mereka tentang kelebihan yang dimiliki dan apa yang dapat mereka lakukan di sekolah.
-
Hindari membandingkan dengan anak lain Terkadang orang tua mencoba memotivasi anak dengan membandingkannya dengan anak-anak lain atau saudara mereka. Sebaiknya, hal ini sebaiknya dihindari karena dapat membuat anak menjadi tertekan.
Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak membandingkan anak dengan orang lain, melainkan fokus untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh anak dengan memanfaatkan kelebihan yang dimilikinya.
- Berikan reward atau apresiasi Orang tua sebaiknya tidak pelit dalam memberikan apresiasi jika terdapat perkembangan positif pada anak. Apresiasi tersebut tidak selalu harus berupa barang, tetapi bisa berupa pujian dan terus memberikan motivasi.
Jika ingin memberikan reward berupa barang, usahakan untuk tidak memberikan barang yang mahal atau kurang bermanfaat, karena hal tersebut justru dapat membuat anak menjadi manja.
-
Jadilah pendengar yang baik Ketika anak curhat tentang apa yang dialami atau terjadi di sekolah, orang tua perlu mendengarkan dengan penuh perhatian. Berikan solusi yang baik dan hindari menyalahkan, agar anak merasa nyaman dalam berbicara dan tidak enggan untuk berbagi cerita lagi.
-
Konsultasikan dengan wali kelas Orang tua juga dapat berkonsultasi dengan wali kelas, karena mereka lebih mengetahui perkembangan anak di sekolah. Jika terdapat masalah yang dihadapi, wali kelas dapat membantu memberikan solusi.
-
Konsultasikan dengan psikolog atau psikiater Jika segala upaya yang dilakukan oleh orang tua masih belum membuahkan hasil, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Mungkin anak akan lebih terbuka dalam mengungkapkan masalahnya, karena psikolog memiliki metode khusus untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi seseorang, termasuk anak-anak, dalam mengungkapkan masalah yang mereka hadapi.
Tips-tips tersebut tidak harus dilakukan secara menyeluruh, karena mungkin orang tua sudah melakukan beberapa di antaranya dan berhasil mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak.
Selanjutnya, orang tua hanya perlu menjaga semangat anak dan memberikan dukungan agar mereka tetap bersemangat dalam bersekolah.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu