JAGOSATU.COM - Kehadiran media sosial yang semakin luas telah memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk menyampaikan pendapat tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap perasaan orang lain.
Namun, ternyata terdapat beberapa cara yang lebih elegan dalam menghadapi hinaan dari orang lain.
Dalam laporan yang dipublikasikan oleh Psychology Today, diketahui bahwa hinaan memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi masa depan seseorang.
Hinaan dapat merusak harga diri dan mengurangi rasa percaya diri seseorang di hadapan orang lain.
Jika seseorang terus menerima hinaan dan fitnah dalam jangka waktu yang lama, dampaknya bisa menjadi lebih serius. Dampaknya meliputi perasaan terasing, teralienasi, kemarahan, dendam, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya.
Hinaan bisa berbentuk perlakuan fisik seperti pemukulan, meludah, atau menampar. Namun, hinaan lebih sering terjadi dalam bentuk verbal dengan menggunakan berbagai alasan, lelucon, komentar ironis, atau pujian sarkasme.
Baca Juga: PJB dan Dampaknya pada Proses Tumbuh Kembang Anak.
Lantas, bagaimana sebaiknya mengatasi hinaan dari orang lain? Berikut ini beberapa cara meresponsnya:
- Jangan Marah
Merupakan hal yang sering dilakukan ketika mendapat hinaan, namun sebenarnya ini adalah bentuk respons yang lemah. Jika kita marah, itu berarti kita mempertimbangkan hinaan tersebut dan membenarkannya.
Alih-alih menghentikan penghinaan, kemarahan hanya akan memicu perasaan tidak nyaman, kesal, dan kehilangan kendali. Sikap marah justru bisa mengundang penghinaan berikutnya tanpa henti.
- Terima dengan Tanpa Tersinggung
Memberikan respons dengan menerima hinaan adalah tindakan yang lebih elegan. Ada tiga pertimbangan penting yang harus kita lakukan: apakah hinaan tersebut benar, siapa yang menghina, dan apa alasan atau motif di balik hinaan tersebut.
Sebenarnya, kita jarang tersinggung ketika mendengar hinaan dari guru, orang tua, atau teman baik. Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, kita memiliki kekuatan untuk menerima penghinaan sebagai sarana untuk memperbaiki diri tanpa harus merasa tersinggung.
- Tidak Perlu Membalas Hinaan
Membalas hinaan dengan kecerdasan dan kepedasan pada waktu yang tepat memang bisa dilakukan. Namun, seberapa brilian pun balasan yang kita berikan, itu hanya akan menjadikan kita sejajar dengan orang yang menghina kita.
- Gunakan Humor
Menghadapi hinaan dengan humor adalah salah satu cara bijak. Misalnya, jika seorang teman mengundangmu ke acara sunatan anaknya dengan mengatakan, "Undangannya untuk datang ke sunatan anakku, bawa juga istri kalau punya," alih-alih marah, kamu dapat meresponsnya dengan humor untuk meredakan ketegangan, seperti, "Saya akan hadir dengan istri pada sunat yang kedua, jika masih ada yang tersisa."
- Tegur Orang yang Menghina
Sebagai respons yang elegan dan tegas terhadap hinaan, kita dapat menegur orang yang melakukan hinaan tersebut.
Hal ini bisa dilakukan dengan membalas komentar agar tidak menghina atau dengan mendatangi orang tersebut secara langsung.
Baca Juga: Mengatasi Kecemasan dan Stress dengan Aroma Kayu Cendana, Sebuah Pendekatan Alami.
Tindakan ini memiliki dampak jangka panjang, di mana orang tersebut akan berpikir dua kali sebelum melancarkan hinaan di masa mendatang. Ketika menegur, penting untuk tetap menjaga sikap tenang namun tegas.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu