JAGOSATU.COM - Pikiran untuk bunuh diri adalah masalah serius yang dapat berujung pada kehilangan nyawa seseorang.
Menurut laman Columbia University, bunuh diri saat ini menjadi penyebab kematian kedua terbesar di kalangan generasi muda. Ini bisa terjadi pada teman dekat atau anggota keluarga Anda.
Orang yang berisiko bunuh diri mungkin tidak benar-benar ingin mengakhiri hidup, tetapi mereka ingin menghindari rasa sakit dan luka. Yang lebih penting, upaya pencegahan bunuh diri dapat membuat perbedaan yang signifikan.
Sulit untuk menentukan dengan pasti apakah seseorang memiliki risiko bunuh diri, tetapi ada tanda-tanda peringatan yang dapat diidentifikasi dan ditangani.
Berbicara Ingin Mati atau Bunuh Diri
Hal ini terlihat jelas, seperti mengatakan “Semua akan lebih baik jika aku mati” atau “Lebih baik aku harus bunuh diri saja”.
Selain itu dilihat dari perilakunya yang menulis pesan selamat tinggal dan memberikan barang-barang berharga sebagai perpisahan
Melukai Diri Sendiri
Melukai diri sendiri dengan sengaja seperti mencakar, menyayat, atau memukul diri sendiri hingga menyebabkan luka di tubuh.
Hal ini menunjukkan ketidaktahuan mereka untuk menghadapi emosi atau kehidupan yang mengecewakan. Hal ini meningkatkan risiko untuk bunuh diri.
Merasa Tidak Pernah Lebih Baik
Perasaan ini bisa dikatakan secara langsung atau menunjukkan melalui perilaku sehari-hari, seperti tidak peduli dengan masa depan atau tidak peduli dengan hal yang dulu dipedulikan.
Baca Juga: Pesan Jokowi Pasca Pemilu: Jangan Jumawa jika Menang, Jangan Murka jika Kalah!
Mengalami Penderitaan Emosional
Niat untuk melakukan bunuh diri seringkali disertai dengan masalah lain. Orang yang berpikir bunuh diri mungkin juga akan mengalami hal ini.
-
Depresi atau kesedihan ekstrem
-
Kesulitan konsentrasi
-
Mudah tersinggung
Merasa mudah cemas,panik, dan khawatir
-
Perilaku impulsif atau sembrono
Mengalami Kehilangan atau Kekecewaan Besar
Rasa kesal adalah respon yang wajar saat seseorang mengalami kehilangan atau kekecewaan.
Namun, seseorang yang berisiko bunuh diri akan mengalami durasi rasa kesal yang lebih lama, dan perasaan tersebut menghambat untuk melakukan kegiatan yang produktif.
Saat melihat tanda-tanda tersebut pada orang di sekitar Anda, ungkapkan rasa khawatir kepada orang tersebut.
Dilansir dari CPMH UGM, lakukan hal ini jika mencurigai orang yang cenderung melakukan bunuh diri.
Melakukan Pendekatan
Berhatilah-hatilah dalam bersikap, coba menakar kemampuan untuk memberikan bantuan kepada orang yang berisiko bunuh diri.
Anda harus memiliki pengetahuan atau informasi terkait kondisi kritis bunuh diri sebelum berinteraksi.
Pilihlah tempat khusus dan sediakan waktu yang cukup ketika berbicara mengenai permasalahannya.
Jika belum berhasil, tidak perlu untuk memaksakan diri. Karena ada kemungkinan orang tersebut akan semakin merespon secara negatif bahkan menjauh.
Bertanya tentang Pikiran Bunuh Diri
Satu-satunya cara mengetahui seseorang memiliki ide bunuh diri adalah dengan bertanya langsung. Bertanya tentang bunuh diri tidak akan memunculkan ide bunuh diri kepada seseorang.
Menanyakan ide bunuh diri akan memberikan kesempatan untuk berbagi tentang masalah yang dihadapi dan menunjukkan bahwa ada orang yang peduli.
Hindari Memberikan Ekspresi Negatif
Ketika mendengarkan niat mereka untuk melakukan bunuh diri, hindari tindakan yang menghakimi dan marah.
Berusahalah tetap tenang dan penuh empati dalam situasi krisis, agar dapat memberikan efek yang sama kepada orang yang berisiko bunuh diri.
Komunikasi Dengan Baik
Sampaikan kehadiran Anda adalah karena peduli dan tidak ingin kehilangan orang terdekat.
Jangan memberikan nasihat yang menghakimi seperti bahwa bunuh diri itu dosa atau mengatakan kata “sabar” karena mungkin mereka merasa tidak dimengerti.
Berikan kesempatan bagi mereka untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya, seperti menangis, marah, dan berteriak. Biarkan mereka merasa lega karena telah meluapkan pikiran dan perasaan mereka.
Menawarkan Bantuan Profesional
Yakinkan mereka bahwa ada solusi lain untuk menyelesaikan permasalahan selain bunuh diri.
Ajak mereka mencari bantuan profesional di bidang kejiwaan sesegera mungkin. Cari informasi dan layanan yang tersedia untuk membantu orang kecenderungan bunuh diri. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey