Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

11 Tips Mengatasi Workaholic dan Menjaga Keseimbangan Hidup

Tina Mamangkey • 2023-12-21 11:09:48
ILUSTRASI. Salah satu cara berhenti jadi workaholic dengan istirahat sejenak. Sumber foto: Freepik
ILUSTRASI. Salah satu cara berhenti jadi workaholic dengan istirahat sejenak. Sumber foto: Freepik

JAGOSATU.COM - Pekerjaan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bagi beberapa orang, ini adalah pengingat untuk mencapai keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi atau yang disebut sebagai Work Life Balance.

Bagi mereka yang kecanduan kerja atau workaholic, hidup mereka mungkin terasa lebih banyak berkisar pada pekerjaan.

Tanpa batasan yang jelas, hal ini dapat merugikan kehidupan pribadi dan kesehatan mental seseorang.

Workaholic didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki keinginan berlebihan dan kompulsif untuk bekerja, sering kali mengabaikan aspek-aspek penting lainnya dalam hidup seperti hubungan pribadi, hobi, dan perawatan diri.

Menurut psikiater Rahul Rai Kakkar, hal ini dapat merugikan kesejahteraan secara keseluruhan.

Beberapa faktor yang dapat membuat seseorang menjadi workaholic termasuk keinginan kuat untuk sukses, takut akan kegagalan, tekanan dari orang lain, obsesi terhadap perfeksionisme, dan penggunaan pekerjaan sebagai cara untuk mengatasi stres.

Berikut adalah 11 cara untuk menghentikan kecanduan kerja dan menjaga kesehatan mental:

1. Tetapkan batasan

Ini bukan hanya tentang menetapkan batasan yang jelas dengan pasangan untuk hubungan yang sehat, tapi juga menetapkan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Tentukan jam kerja tertentu dan patuhi jam kerja tersebut untuk memastikan gaya hidup yang lebih seimbang.

2. Prioritaskan perawatan diri

Luangkan waktu untuk aktivitas perawatan diri seperti olahraga, relaksasi, dan hobi yang selalu ingin dilakukan.

Menjaga kesehatan fisik dan mental sangat penting untuk kebahagiaan jangka panjang.

3. Belajar mendelegasikan

Percayai orang lain untuk berbagi beban kerja daripada melakukan semuanya sendiri. Mendelegasikan tugas dapat mengurangi beban dan memberikan kesempatan bagi anggota tim untuk berkontribusi.

4. Beristirahatlah

Jadwalkan istirahat teratur selama jam kerja untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

Istirahat singkat dapat meningkatkan fokus dan produktivitas sekaligus mencegah kelelahan, kata sang ahli.

5. Tetapkan tujuan yang realistis

Tetapkan tujuan yang dapat dicapai dan realistis di tempat kerja. Hindari menetapkan standar terlalu tinggi dapat menyebabkan obsesi tidak sehat terhadap pekerjaan.

6. Renungkan nilai-nilai

Pertimbangkan nilai-nilai inti dan prioritas dalam hidup. Pastikan tujuan selaras dengan nilai-nilai ini dan lakukan penyesuaian jika perlu.

7. Bersosialisasi di luar pekerjaan

Peliharalah hubungan pribadi dengan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, teman, dan orang-orang terkasih.

8. Carilah bantuan profesional

Jika stres dan kecemasan terkait pekerjaan terus berlanjut, jangan ragu untuk mencari bimbingan ahli kesehatan mental. Mereka dapat memberikan strategi dan dukungan untuk mengatasi masalah tersebut.

9. Latih perhatian penuh

Gabungkan teknik kesadaran seperti meditasi atau latihan pernapasan dalam. Ini akan membantu untuk tetap berada di masa sekarang dan mengurangi stres.

10. Batasi penggunaan teknologi

Tetapkan batasan komunikasi terkait pekerjaan setelah Anda tidak berada di kantor. Matikan notifikasi email dan tahan keinginan untuk terus-menerus memeriksa pesan kantor di waktu pribadi.

11. Rayakan pencapaian

Akui dan rayakan pencapaian kecil dan besar dalam hidup. Sadarilah bahwa kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh prestasi kerja.(jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#pekerjaan #Work Life Balance #workaholic