JAGOSATU.COM - Stres dapat menyerang siapa pun, termasuk mahasiswa. Menurut American Institute of Stress, empat dari lima mahasiswa secara rutin menghadapi tingkat stres yang tinggi.
Dampak dari stres yang tidak terkendali dapat memengaruhi kesehatan baik secara fisik maupun mental. Gejalanya meliputi kurangnya fokus, mudah tersinggung, perubahan pola makan, dan penurunan daya tahan tubuh.
Mengelola stres menjadi hal yang penting bagi mahasiswa agar dapat mengatasi tekanan yang berlebihan.
Bagaimana mahasiswa dapat melakukan manajemen stres? Berikut adalah pembahasan yang disarikan dari Very Well Mind, pada Jumat (5/1).
1. Tidur yang cukup
Dengan jadwal yang padat, mahasiswa seringkali mengabaikan tidurnya. Ketika seseorang kurang tidur akan lebih sulit belajar dan berbahaya ketika mengemudi.
Kurang tidur di siang hari juga dapat menyebabkan gangguan suasana hati, risiko kecelakaan mobil yang lebih tinggi, nilai rata-rata rendah, hingga pembelajaran yang buruk.
2. Olahraga secara teratur
Salah satu cara paling sehat untuk mengeluarkan tenaga adalah dengan berolahraga secara teratur. Penelitian dari International Journal of Adolescent Medicine and Health melaporkan, mahasiswa yang mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas fisik tingkat stress yang dirasakan lebih rendah. Mungkin menemukan waktu untuk memulai olahraga sulit, tapi kamu bisa memulainya dengan melakukan yoga di pagi hari atau berjalan kaki santai.
3. Mendengarkan musik
Musik bisa jadi pereda stres yang nyaman dan juga banyak manfaat kognitif. Musik membantu menghilangkan stress dan menenangkan diri atau menstimulasi pikiran.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology menemukan, music up beat dapat meningkatkan kecepatan dalam pemrosesan dan memori. Ketika kamu mengalami stres, kamu bisa mendengarkan musik yang menenangkan sehingga membantu untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Kamu juga bisa memanfaatkan musik klasik ketika belajar, mendengarkan music upbeat untuk membangun mood, dan musik santai untuk menenangkan pikiran.
4. Makan makanan sehat
Mengonsumsi makanan yang sehat dapat meningkatkan kekuatan otak, sehingga membantu kamu lebih reaktif terhadap stres. Pola makan yang sehat dapat membantu melawan stres dalam beberapa cara. Ketika kamu mencoba memperbaiki pola makan, kamu dapat membantu mencegah stres dan meningkatkan suasana hati.
5. Bangun hubungan interpersonal
Mendapatkan dukungan secara emosional dapat memengaruhi serta menciptakan perlindungan terhadap stress. Hal ini juga bisa membantu melawan perasaan kesepian dan memastikan bahwa kamu memiliki orang-orang yang dapat diandalkan pada saat dibutuhkan.
6. Latihan pernapasan
Latihan pernapasan baik untuk mengelola stres, karena dapat melawan dan mencegah kecemasan serta meningkatkan kemampuan seseorang untuk lebih fokus. Stres menjadi masalah umum yang terjadi pada mahasiswa dan berdampak negatif pada kesehatan. Kamu bisa mencoba latihan pernapasan untuk mengelola stres.
7. Manajemen waktu
Salah satu cara terpenting untuk meningkatkan produktivitas dan bisa membantu mengurangi stres dengan melakukan teknik dasar manajemen waktu. Manajemen waktu salah satu kebiasaan penting yang berharga untuk dikembangan. Mahasiswa seringkali kekurangan waktu untuk mengerjakan tugas atau melakukan hal lainnya. (jpc)
Editor : Toar Rotulung