Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Fenomena Waktu, Mengapa Januari Terasa Lebih Panjang? Ketahui Penjelasan Ilmiahnya

Tina Mamangkey • 2024-01-16 07:33:40
Januari disebut terasa panjang dan lama. (General and Medical)
Januari disebut terasa panjang dan lama. (General and Medical)

JAGOSATU.COM - Tahun baru 2024 dibuka dengan semangat baru, penuh resolusi dan harapan untuk meraih berbagai pencapaian.

Meskipun begitu, di pertengahan bulan pertama tahun 2024, banyak orang mengungkapkan perasaan bahwa bulan Januari terasa sangat panjang dan lama.

Sebuah keluhan yang mencolok datang dari seorang warganet dengan akun @Widino di platform media sosial X, yang menyatakan ketidaknyamanannya terhadap panjangnya bulan Januari 2024.

"Ngerasa ga sih Januari tuh berasa lama bgt?? Rasanya kek udah jalanin sebulan tapi kenyataan baru tanggal 12," ungkapnya.

Meskipun keluhan ini bersifat subjektif, ternyata perasaan panjangnya bulan Januari bukanlah pengalaman yang terisolasi, melainkan fenomena yang dirasakan secara global, dan ada penjelasan ilmiah di baliknya.

Dikutip JawaPos.com dari Newstateman, fenomena ini terkait dengan apa yang disebut sebagai 'hipotesis jam dopamin'.

Suatu penelitian menyatakan bahwa tingginya kadar dopamin dapat membuat persepsi waktu terasa berjalan lebih cepat.

Dopamin, sejenis hormon yang dilepaskan oleh otak, dipicu oleh pengalaman kesenangan, kepuasan, pencapaian, dan stimulus yang berkaitan.

Selama bulan November dan Desember, tingginya tingkat dopamin sering terjadi karena persiapan menyambut liburan dan momen berbahagia tersebut.

Namun, setelah periode liburan berakhir, orang-orang dihadapkan pada bulan Januari yang kembali ke rutinitas tanpa hari libur.

Hal ini dapat meningkatkan perasaan bahwa bulan Januari terasa lebih lama dan terbebani dengan tugas dan tanggung jawab.

Kekosongan dari absennya hari libur yang dinanti-nanti pada bulan Januari juga turut berperan dalam memperpanjang persepsi waktu.

Seorang mahasiswa PhD di UCL, Zhenguang Cai, yang melakukan penelitian tentang persepsi waktu, menjelaskan bahwa kemungkinan besar, kembalinya kegiatan rutin setelah liburan akhir tahun dapat menyebabkan kebosanan yang memperpanjang persepsi waktu di bulan Januari.

"Kebosanan yang terjadi dibandingkan dengan kesenangan selama liburan akhir tahun memberikan kesan bahwa waktu melambat di bulan Januari," katanya.

Ditambah lagi, bulan Januari 2024 memiliki 31 hari dan dimulai pada hari Senin, memaksa orang-orang untuk kembali ke rutinitas sehari-hari setelah merayakan liburan tahun baru.

Kombinasi faktor-faktor ini bersama-sama berkontribusi pada perasaan bahwa bulan Januari terasa lebih panjang dan berat setelah euforia tahun baru. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Fenomena #panjang #lama #tahun baru #Januari