JAGOSATU.COM - Stres merupakan bagian alami dari kehidupan kita yang sering kali dipicu oleh berbagai faktor, seperti masalah pekerjaan, hubungan sosial, keuangan, kesehatan, atau gaya hidup.
Ketika kita merasa terancam oleh situasi yang dirasakan atau nyata, tubuh kita merespons dengan reaksi kimia yang memungkinkan kita untuk bertindak guna mencegah cedera.
Respons ini sering disebut sebagai "fight-or-flight", di mana detak jantung meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, otot menegang, dan tekanan darah meningkat.
Meskipun stres dalam jangka pendek tidak menjadi masalah, jika tidak diatasi, dampaknya bisa signifikan bagi kesejahteraan kita.
Namun, seringkali kita tidak menyadari bahwa sedang mengalami stres, dan hanya melihat gejalanya.
Dilansir dari Nuffield Health yang dikutip pada Rabu (7/2) memberikan penjelasan tentang tanda-tanda stres yang mungkin tidak disadari oleh seseorang:
1. Mudah tersinggung
Tanda seseorang sedang mengalami stres adalah mudah tersinggung. Biasanya seseorang yang mengalami ini tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami stres.
Karena stres dapat mempengaruhi suasana hati yang sulit kita kendalikan.
Ketika kita stres, sistem saraf kita menjadi sangat responsif dan reseptor sensorik kita lebih sensitif terhadap rangsangan, membuat segala sesuatunya tampak lebih intens.
Hal ini dapat menambah perasaan tertekan dan membuat kita lebih reaktif.
2. Panik
Bahan kimia yang dilepaskan ke aliran darah saat Anda mengalami stres meningkatkan detak jantung dan kecepatan pernapasan Anda.
Hal ini bisa sangat menyusahkan dan, jika parah, dapat menyebabkan perasaan panik, terjadinya reaksi ini bisa disebut serangan panik.
Anda mungkin merasa sesak napas atau mulai panik saat mengalami hiperventilasi.
Hiperventilasi sangat erat kaitannya dengan kecemasan, dan biasanya dapat diatasi dengan menjauhkan diri dari situasi tersebut.
3. Menjauhkan diri dari lingkungan
Ketika sedang mengalami stres biasanya seseorang akan ingin ketenangan.
Biasanya mereka yang mengalami stres akan menghindari bersosiali dengan lingkungannya.
Ketika segala sesuatunya terasa terlalu berat, Anda cenderung bersembunyi, terutama jika pemicu stres yang Anda hadapi bersifat sosial.
Namun penarikan diri dari pergaulan biasanya akan berdampak negatif pada hidup Anda, yang bisa memperburuk keadaan.
4. Mudah sakit
Stres juga memiliki efek pada kesehatan tubuh kita. Hal ini karena ketika kita stres, kita melepaskan kortisol ke dalam aliran darah dan ketika kortisol dilepaskan, hormon pendukung kekebalan DHEA tidak dapat dilepaskan pada saat yang bersamaan, sehingga sistem kekebalan tubuh kita terganggu.
5. Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit
Orang yang stres biasanya memiliki pola makan yang buruk atau makan berlebihan.
Orang yang berada dalam keadaan stres dalam jangka pendek bisa saja kehilangan nafsu makan, hal ini disebabkan karena bagian otak yang disebut hipotalamus menghasilkan hormon pelepas kortikotropin yang menekan nafsu makan.
Namun orang yang mengalami stres kronis (dalam jangka waktu lama) melepaskan kortisol, yang meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan manis dan bertepung.
6. Hilangnya hasrat seksual
Saat stres kita akan melepaskan sebuah hormon yang dapat mengganggu keseimbangan dan dapat menyebabkan hilangnya libido.
Agar hasrat seksual dapat berfungsi dengan baik, keseimbangan hormon dan jalur neurologis harus selaras.
7. Merasa lelah
Stres memiliki efek fisiologis pada tubuh Anda dengan melepaskan hormon ke dalam aliran darah yang mempercepat detak jantung dan pernapasan Anda.
Ketegangan terus-menerus pada sistem tubuh Anda dapat menimbulkan efek melelahkan, membuat Anda merasa lelah sepanjang waktu.
Sayangnya, stres juga dapat menghalangi Anda untuk tidur. Stres diketahui mengaktifkan poros hipotalamus-hipofisis-adrenal di otak, yang berperan dalam regulasi tidur-bangun. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey