Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kenapa Gen Z dan Milenial Takut Angkat Telepon? Ini Alasannya!

Toar Rotulung • 2024-11-25 18:33:29
Mengapa Generasi Z dan Milenial Enggan Mengangkat Telepon?
Mengapa Generasi Z dan Milenial Enggan Mengangkat Telepon?

jagosatu.com- Sebuah survei terbaru menemukan bahwa seperempat orang berusia 18 hingga 34 tahun tidak pernah mengangkat telepon.

Banyak dari mereka memilih untuk mengabaikan dering telepon, membalas lewat pesan teks, atau mencari nomor yang tidak dikenal secara online.

Survei dari Uswitch yang melibatkan 2.000 responden juga mengungkap bahwa hampir 70% dari mereka yang berusia 18-34 tahun lebih suka berkirim pesan dibandingkan menelepon.

Bagi generasi yang lebih tua, berbicara melalui telepon adalah hal yang biasa.

Orang tua mereka menghabiskan masa remaja berebut telepon rumah dengan saudara-saudara mereka, meskipun tahu percakapannya bisa didengar oleh seluruh keluarga.

Sebaliknya, masa remaja generasi muda sekarang lebih banyak dihabiskan dengan mengirim pesan teks.

Ketika menerima ponsel Nokia lipat berwarna merah muda di ulang tahun ke-13, banyak remaja di masa itu langsung tergila-gila dengan fitur SMS.

Mereka sering menghabiskan waktu setelah sekolah untuk menyusun pesan 160 karakter, menghapus spasi dan huruf vokal yang tidak perlu agar pesan tidak melebihi batas.

Ini karena biaya setiap pesan SMS cukup mahal sehingga tidak memungkinkan untuk mengirim pesan lebih dari 160 karakter.

Pada tahun 2009, melakukan panggilan telepon dari ponsel masih sangat mahal.

Orang tua sering mengingatkan bahwa ponsel bukan untuk mengobrol sepanjang malam, terutama saat melihat tagihan bulanan yang membengkak.

Kebiasaan tersebut melahirkan generasi yang lebih suka mengetik daripada berbicara.

Psikolog Dr. Elena Touroni menjelaskan bahwa kebiasaan tidak berbicara melalui telepon membuat komunikasi lewat telepon terasa aneh bagi generasi muda.

Banyak dari mereka bahkan menganggap panggilan telepon mendadak sebagai pertanda kabar buruk.

Lebih dari separuh anak muda dalam survei Uswitch mengaku bahwa panggilan tak terduga sering dikaitkan dengan berita buruk.

Psikoterapis Eloise Skinner menyebut kecemasan ini muncul karena adanya asosiasi negatif dengan panggilan telepon, seperti perasaan khawatir atau takut akan sesuatu yang buruk.

Selain itu, jadwal kerja yang sibuk membuat panggilan telepon menjadi jarang digunakan untuk sekadar berbincang santai.

Panggilan telepon akhirnya menjadi alat komunikasi untuk berita penting, yang sering kali memiliki nuansa rumit atau sulit.

Jack Longley, seorang pemuda 26 tahun, mengaku tidak pernah menjawab nomor tak dikenal karena khawatir itu adalah penipu atau telemarketing.

Sebaliknya, banyak anak muda lebih aktif di grup chat yang terus berbunyi sepanjang hari dengan pesan ringan, meme, dan kabar terbaru.

Platform media sosial seperti Instagram dan Snapchat kini menjadi tempat favorit untuk berbagi cerita, gambar, atau pesan singkat.

Namun, generasi muda terpecah dalam hal penggunaan pesan suara.

Survei Uswitch menunjukkan 37% dari mereka yang berusia 18-34 tahun lebih memilih pesan suara dibandingkan panggilan telepon.

Pesan suara dianggap lebih santai karena memungkinkan pengirim untuk berbicara tanpa tekanan waktu.

Meski begitu, mendengarkan pesan suara panjang tetap terasa membosankan bagi sebagian orang.

Dr. Touroni menjelaskan bahwa pesan teks dan suara memungkinkan orang untuk merespons dengan lebih tenang dan mempertimbangkan jawaban mereka.

Namun, kebiasaan ini bisa berdampak pada kehidupan kerja.

Banyak anak muda yang menghindari panggilan telepon di tempat kerja karena merasa tidak nyaman dengan percakapan langsung.

Panggilan telepon dianggap lebih mengganggu karena memerlukan perhatian penuh dibandingkan pesan teks yang lebih fleksibel.

Sebagian besar generasi tua mulai beradaptasi dengan preferensi komunikasi generasi muda.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa komunikasi verbal tetap penting untuk menjaga kedekatan emosional dan profesional.

Jika tren ini terus berlanjut, kita mungkin akan kehilangan keakraban dalam komunikasi sehari-hari.

Meski demikian, preferensi generasi muda terhadap pesan teks bukan berarti mereka tidak peduli.

Sebaliknya, ini adalah cara mereka untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

 

Shellyne Author
Shellyne Author

Editor : Toar Rotulung
#Gen Z vs telepon #Tren komunikasi generasi muda #Generasi Z enggan angkat telepon #Kebiasaan komunikasi Gen Z