Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Bukan Batik Biasa! Motif Khas Tarakan Ini Punya Makna Filosofis yang Bikin Terkesima

ALengkong • 2025-09-07 09:45:05

Jagosatu.com

Motif Batik Tarakan: Keindahan, Harapan, dan Makna Filosofis yang Menggugah
Motif Batik Tarakan: Keindahan, Harapan, dan Makna Filosofis yang Menggugah

Batik tidak hanya sekadar kain indah, tetapi juga menyimpan pesan budaya yang dalam.

Batik khas Tarakan karya Dua Moong Tenun menjadi sorotan dalam Parade Wastra Nusantara 2025 di Jakarta.

Motif yang ditampilkan bukan hanya unik, tetapi juga sarat makna filosofis yang mencerminkan kehidupan masyarakat Tarakan.

Salah satu motif yang menarik perhatian adalah motif Pakis, terinspirasi dari tumbuhan pakis yang tumbuh subur di Tarakan.

Motif Pakis melambangkan keseimbangan, kesetaraan, dan keakraban, sesuai dengan filosofi hidup masyarakat Tarakan.

Menurut Liputan6.com, motif ini juga terinspirasi dari pakis yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh warga setempat.

Selain itu, ada motif Batug Semendak, yang merupakan gabungan kata “batug” (anyaman) dan “semendak” (anak gadis).

Motif Batug Semendak melambangkan doa dan harapan bagi masa depan anak-anak perempuan Tarakan.

Dilansir dari Merdeka.com, motif ini diambil dari bentuk anyaman tikar yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir.

Ada juga motif Tabur Bintang, terinspirasi dari hiasan berbentuk bintang yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Motif Tabur Bintang dipercaya melambangkan cita-cita tinggi, kesucian hati, dan kebersamaan.

Semua motif ini menjadi bukti bahwa batik bukan hanya soal estetika, tetapi juga sarana menyampaikan nilai-nilai budaya.

Parade Wastra Nusantara 2025 menjadi ajang penting bagi Dua Moong Tenun untuk memperkenalkan karyanya ke publik yang lebih luas.

Dua Moong Tenun sendiri didirikan oleh Mersia, pengrajin yang memulai usaha sejak tahun 2008.

Awalnya ia hanya membuat tenunan untuk dirinya sendiri, namun sejak 2015 mulai serius mengembangkan batik khas Tarakan.

Perjalanan Dua Moong Tenun mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tarakan dalam bentuk promosi dan pelatihan.

Batik khas Tarakan kini tidak hanya dikenal di daerahnya, tetapi juga mulai mendapat perhatian di kancah nasional.

Keikutsertaan dalam Parade Wastra Nusantara menjadi langkah besar untuk memperkuat identitas budaya Tarakan.

Batik ini tidak hanya mengangkat filosofi alam, tetapi juga menggambarkan ketangguhan perempuan pesisir Tarakan.

Dengan filosofi mendalam dan tampilan menawan, batik khas Tarakan karya Dua Moong Tenun layak mendapat apresiasi lebih.

(m)

Editor : ALengkong
#BatikFilosofis #BatikIndonesia #ParadeWastra2025 #BatikNusantara #UMKMTarakan #BatikTarakan