Jagosatu.com
Membran sel adalah pelindung utama bagi kehidupan, tanpa itu sel akan mati.
Protein yang ada di membran sel punya banyak fungsi penting untuk tubuh manusia.
Salah satu jenis protein itu disebut protein transpor, yang bertugas mengangkut zat keluar masuk sel.
Contohnya, protein ini bisa membawa ion, molekul, bahkan energi untuk membantu sel tetap hidup.
Menurut penelitian, membedakan jenis protein transpor sangat penting untuk memahami cara kerja tubuh.
Namun masalahnya, memprediksi kelas dan keluarga protein transpor tidak selalu mudah dilakukan.
Di sinilah muncul istilah Post Translational Modification (PTM), yaitu perubahan yang terjadi pada protein setelah dibentuk.
PTM bisa mengubah cara protein bekerja, lokasinya di dalam sel, bahkan interaksinya dengan molekul lain.
Dilansir dari ScienceDirect, PTM punya peran besar untuk mengatur fungsi sel dan kesehatan tubuh.
Misalnya, PTM bisa memicu atau mencegah penyakit seperti kanker atau gangguan imun (ScienceDirect, 2018).
Peneliti mencoba menggabungkan informasi PTM dengan metode prediksi berbasis komputer.
Mereka memakai teknik Radial Basis Function Networks (RBFN), semacam kecerdasan buatan untuk belajar dari data protein.
Selain itu, mereka juga menambahkan Position Specific Scoring Matrices (PSSM), metode yang menganalisis susunan asam amino dalam protein.
Hasilnya, kombinasi PTM dan PSSM bisa membedakan protein transpor dengan akurasi lebih tinggi.
Dalam uji coba, tingkat akurasi prediksi bisa mencapai 92,5% untuk enam jenis keluarga protein.
Bahkan, dibanding penelitian sebelumnya, ada peningkatan akurasi hingga 12% lebih baik.
Artinya, cara ini bisa membantu ilmuwan lebih paham tentang fungsi protein transpor.
Bukan hanya untuk riset dasar, tapi juga untuk mencari obat atau terapi baru berbasis protein.
Penelitian ini juga membuka peluang bagi bioinformatika, yaitu ilmu gabungan biologi dan komputer, untuk makin berkembang.
Jadi, PTM bukan sekadar istilah rumit, tapi punya peran besar dalam kesehatan dan masa depan ilmu pengetahuan.
(m)