Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Siapa Erick Thohir? Ini Profilnya

Ayu D • Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:11 WIB
Erick Thohir
Erick Thohir

JAGOSATU.COM - Erick Thohir adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kabinet Indonesia Maju di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Nama Erick Thohir cukup dikenal oleh para anak muda dan sering wara-wiri di layar kaca televisi.


Nama lengkap: Erick Thohir
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 30 Mei 1970
Agama: Islam
Kewarganegaraan: Indonesia
Pendidikan: Glendale University dan Universitas Nasional California jurusan Business Administration
Orangtua: Teddy Thohir (Ayah) dan Edna Thohir (Ibu)
Saudara: Garibaldi Thohir (Boy Thohir), Hireka Vitaya (Rika Thohir)
Pasangan: Elizabeth Thohir
Anak: Mahatma Arfala Thohir, Mahendra Agakhan Thohir, Makayla Amadia Thohir, dan Magisha Afryea Thohir
Instagram: @erickthohir

Keluarga
Sebelum menjadi menteri Erick seorang pengusaha yang sangat sukses. Ia adalah pemilik Mahaka Group. Erick memang terlahir dari keluarga pebisnis. Meskipun begitu, perjuangan Erick untuk meraih kesuksesan tidak mudah.
Erick, anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayah Erick merupakan salah satu pemilik grup Astra International bersama William Soeryadjaya. Sedangkan sang kakak, Boy Thohir merupakan pengusaha tambang batu bara dan namanya pernah masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia peringkat ke-37 versi majalah Forbes pada 2014.

Karir
Erick Thohir telah melakukan bisnis sejak usia anak-anak. Yakni 9 tahun. Saat Erick dan teman-temannya bermain biji karet, dirinya memanfaatkan hal itu untuk mendapat keuntungan. Usai menyelesaikan kuliah S2, Erick mendirikan perusahaan media, Mahaka Group bersama Muhammad Lutfi, Wisnu Wardhana, dan Harry Zulnardy.

Bisnis tersebut didirikan berdasarkan bimbingan sang ayah dan wartawan senior, Jakob Oetama dan Dahlan Iskan.
Mahaka terus berkembang hingga bisa mengakuisisi harian Republika yang pernah dilanda krisis keuangan dan terancam brangkut pada 2001. Erick menjabat sebagai Presiden Direktur perusahaan sampai 30 Juni 2008 dan sejak Juni 2010, Erick menjabat sebagai komisioner.

Mahaka Group berhasil menguasai majalah a+, Golf Digest, dan Parents Indonesia. Pada bisnis surat kabar, Mahaka memiliki surat kabar Republika dan Sin Chew Indonesia. Mahaka Group juga merambah bisnis stasiun TV dan radio diantaranya JakTV, FeMale Radio, stasiun radio GEN 98.7 FM, dan Prambors FM. Erick juga merupakan pendiri dari organisasi amal Darma Bakti Mahaka Foundation. Pada 2008, Erick dan Anindya Bakrie mendirikan tvOne dan situs berita, Viva news. Pada 2014, Erick menjabat sebagai Direktur Utama Antv hingga sekarang.

Olahraga
Tak hanya bisnis media, Erick juga merintis bisnis di bidang olahraga. Erick diketahui tertarik pada basket. Erick pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) periode 2006–2010 dan sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) selama dua periode yakni 2006–2010 dan 2010–2014.
Erick menjadi orang Asia pertama yang memiliki National Basketball Association (NBA) dengan membeli saham Philadelphia 76ers. Di Indonesia, Erick punya dua klub bola basket yakni Satria Muda Britama dan Indonesia Warriors.
Pada Juli 2012 Erick juga membeli saham mayoritas klub sepakbola asal Amerika Serikat yang berbasis di Washington D.C yakni D.C. United.


Pada 2013, Erick, Rosan Roeslani, dan Handy Soetedjo mengakuisisi saham Inter Milan sebesar 70 persen. Namun pada 2019, Erick melepas seluruh saham Inter Milan ke perusahaan investasi asal Hong Kong, LionRock Capital. Erick diketahui juga menjadi komisaris di klub sepak bola Persib Bandung bersama Umuh Muchtar, Kuswara S. Taryono, Zainuri Hasyim, Iwan Dermawan, dan Yoyo S. Adiredja. Pada 2015, Erick ditunjuk oleh Presiden Jokowi menjadi ketua panitia Asian Games 2018.

Politik
Pada 2018, Erick mulai masuk ranah politik karena kembali ditunjuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo–Ma’ruf Amin. Pada 2019, Erick resmi menjabat Kursi Menteri BUMN ke-9 Kabinet Indonesia Maju (2019-2024).
Selanjutnya, Erick menjadi sorotan karena menunjuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Semakin mencuri perhatian, Erick memberhentikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara karena terlibat kasus penyelundupan.

Harta Kekayaan
Menurut situs resmi KPK, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencatat, Erick memiliki harta kekayaan sebesar Rp2 triliun atau Rp2.316.600.097.385. Harta kekayaan tersebut tidak hanya uang namun juga berupa tanah dan bangunan, beberapa alat transportasi, harta bergerak lain, surat berharga, kas dan setara kas.

  1. Erick ternyata telah bersahabat dengan Sandiaga Uno sejak masih Sekolah Dasar.
  2. Erick Thohir memiliki PT Avabanindo Perkasa (Mahaka Advertising), PT Republika Media Mandiri, PT Danapati Abinaya Investama (Jak TV), PT Kalyanamitra Adhara Mahardhika (Alive! Indonesia), PT Media Golfindo (Golf Digest Indonesia), dan PT Mahaka Radio Integra, Tbk.
  3. Erick menjadi penulis buku yang berjudul Pers Indonesia di Mata Saya yang diluncurkan 2011 oleh penerbit Republika.(MPD)
Editor : Ayu D
#Erick Thohir