JAGOSATU.COM---Proyek pekerjaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) khususnya di lingkup Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) terus diseriusi penyelesaiannya. Hal ini terlihat dengan adanya monitoring dan evaluasi (monev) dari Kepala BWSS I, I Komang Sudana yang turun langsung bahkan secara marathon ke beberapa proyek tersebut.
Kegiatan tersebut diawali monev pada Pembangunan Bangunan Pengendali Banjir Sungai Ongkak Dumoga yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Dalam arahannya dilokasi, Sudana menyebutkan agar pekerjaan konstruksi dapat memperhatikan spek dan mutu pekerjaan.
“Sebagai Kepala Balai saya harus tahu progres pekerjaan serta masalah yang ada seperti apa. Sehingga saya dapat memberikan saran dan petunjuk agar pekerjaan dapat dilakukan dengan baik sesuai spek dan desain,” kata Sudana.
Adapun terkait pekerjaan perbaikan pada bangunan pengendali banjir yang sempat mengalami kerusakan, Sudana berpesan agar perbaikan dapat dilaksanakan dengan maksimal oleh kontraktor pelaksana.
“Proses penanganan pada perbaikan harus dimaksimalkan dan pemeliharaannya harus dilakukan betul oleh penyedia jasa. Saya juga menerangkan agar kontraktor dapat bekerja dengan baik agar bangunan tersebut dapat segera berfungsi,” pesan Sudana.
Kepala SNVT PJSA Novie Ilat pun menyebutkan bahwa penanganan tersebut akan dilakukan pihak kontraktor dalam masa pemeliharaan.
“Jadi pekerjaan pembangunan telah selesai sejak Maret, dan ada masa pemeliharaan oleh pihak pelaksana selama 6 Bulan yakni hingga September. Ini diupayakan agar tertangani secepatnya,” kata Ilat.
Selanjutnya Sudana melakukan pemantauan di lokasi pembangunan Bendungan Lolak. Ia pun menginstruksikan agar mempercepat penyelesaian pekerjaan hilir oulet, elektrikal, pengaspalan jalan, gardung pandang, penataan disekitar gardung pandang dan pada hilir bendungan.
“Action plan yang telah dibuat dievaluasi, apabila terlambat penyedia jasa harus mengoptimalkan sumber daya untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” sebut Sudana seraya menguraikan arahan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bahwa harus segera penyiapan pola operasi bendungan serta penghijauan pada lahan terbuka.
Kepala BWSS I pula melakukan monev pada Pekerjaan Jaringan Irigasi Kosinggolan. Sudana mengimbau agar baik Kasatker, PPK Irigasi dan Rawa maupun pihak kontraktor dan Konsultan dapat memperhatikan masalah-masalah sosial dengan kelompok tani. “Sehingga dengan berkomunikasi baik, masalah dapat dituntaskan,” imbau Sudana.
Usai mengunjungi proyek pekerjaan di Bolmong, Sudana pun menyempatkan untuk melakukan Monev pada Sabtu (6/8) di lokasi pekerjaan Revitalisasi Danau Tondano. Yakni pekerjaan pembangunan tanggul pembatas danau sepanjang kurang lebih 8 kilometer.
Di lokasi, Sudana pun mengarahkan agar Kasatker, PPK, Penyedia Jasa dan Konsultan dapat bekerja secara kompak juga militan untuk mengejar ketertinggalan.
Terhadap permasalahan lahan, Sudana pun mengarahkan agar dapat dilakukan inventarisir, sehingga masalah terkait lahan dapat dikoordinasikan kepada pemerintah kabupaten setempat.
“Di lapangan ada masyarakat yang mengklaim, jadi harus dikoordinasikan dengan camat dan kepala desa. Selanjutnya dikoordinasikan dengan tim satgas percepatan penyelesaian lahan yang dikoordinir Assisten 2 Kabupaten Minahasa dan Bupati Minahasa,” kata Sudana.
Terhadap seluruh kegiatan Monev pada beberapa proyek pekerjaan tersebut, Sudana berpesan agar pihak kontraktor pelaksana dapat bekerja maksimal sesuai waktu yang ditentukan.
“Saya mengimbau agar kontraktor harus bekerja militan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang semakin sempit ini dan Kasatker dan PPK harus lakukan evaluasi rapat rutin tiap minggunya,” pungkas Sudana. (des)
Editor : Administrator