JAGOSATU.COM---Bendungan Kuwil Kawangkoan (Kuwkaw) merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang ditargetkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk segera rampung dan akan diresmikan ditahun ini oleh Presiden Joko Widodo.
Untuk itu, dalam rangka menuntaskan proyek pembangunan Bendungan Kuwkaw, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) mengadakan pengamanan lahan pada lokasi penataan kawasan bendungan yang masih duduki oleh warga yang dinyatakan kalah dalam putusan pengadilan. Dalam pantauan Manado Post, dalam proses pengamanan yang dilakukan, tampak situasi berjalan dengan baik, aman dan kondusif.
Saat dimintai keterangan, Kepala BWSS I, I Komang Sudana menyebutkan bahwa proses pengamanan berjalan dengan baik atas kerja sama dan dukungan Polres Minahasa Utara.
“Sebelumnya diadakan rapat koordinasi dengan Polres Minahasa Utara untuk mencari jalan terbaik dan mencari solusi menyelesaikan permasalahannya. Pengamanan berjalan kondusif juga karena mensyarah berjalan baik dengan pemahaman dan saling pengertian agar pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan dapat selesai tahun ini,” jelas Sudana.
Ia pun berharap agar kesepakatan antara kedua belah pihak tersebut pun, dapat dilaksanakan dengan baik.
“Harapannya dengan kesepakatan kedua belah pihak tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Masyarakat yang masih mengklaim, dengan kesepakatan dapat mendukung lancarkan penyelesaian pekerjaan bendungan tersebut,” tambah Sudana.
Dengan ditempuhnya jalan musyawarah sehingga proses pengamanan berlangsung kondusif, kepada pihak kontraktor, Sudana pun berharap agar dapat mempercepat progres pembangunan Bendungan Kuwil.
“Berkaitan dengan pengaman ini yang berjalan kondusif, kontraktor dapat segera mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan tetap memperhatikan kualitas, kuantitas dan waktu yang sudah ditetapkan,” urai Sudana.
Sejalan dengan itu, Kepala Satker Bendungan Janeny Mamoto saat ditemui Manado Post dilokasi, mengungkapkan sebelum dilaksanakan pembongkaran, telah dilaksanakan mediasi terlebih dahulu dimana pihak BWSS I dan kontraktor pelaksana pembangunan bendungan akan memindahkan bangunan dari warga yang dibongkar ke tempat yang baru, yang tak jauh dari lahan kawasan Bendungan Kuwkaw. Serta memberi waktu beberapa hari ke depan untuk memindahkan barang pribadi dan jualan sebelum bangunan dipindahkan.
"Sebelum dilakukan pengamanan, tadi sudah mediasi dengan warga. Jadi yang bersangkutan meminta waktu sampai Hari Sabtu untuk memindahkan barang. Jadi bangunannya termasuk listrik akan dipindahkan di lokasi sebelah, tak jauh dari kawasan bendungan," kata Momoto.
Kapolsek Mapanget Yusi Kristiana, yang turut serta dalam proses pengamanan lahan ketika diwawancarai Manado Post mengatakan bahwa sebelum melakukan pengamanan, telah terlebih dahulu mengadakan mediasi dengan kesepakatan bersama, sehingga pengamanannya dapat berlangsung dengan baik.
“Kita hanya melakukan pengamanan, sehingga harapannya situasi dapat aman terkendali. Sebelumnya kami sudah melakukan mediasi kedua belah pihak, sehingga ada kesepakatan-kesepakatan bersama yang membuat situasi tadi aman,” tutur Kristiana.
Adapun dalam proses pengaman yang berlangsung kemarin (1/9), kepada Manado Post, pihak warga yang ditertibkan menyatakan ikhlas ketika akan dipindahkan dari lahan Bendungan Kuwil.
“Kami iklas saja, kita tidak menghalangi proyek. Namun, harusnya diberikan pemberitahuan awal, satu bulan sebelumnya. Sehingga kami dapat mempersiapkan perlengkapan untuk pindah. Tapi mereka sudah berjanji untuk memindahkan bangunan termasuk semua jualan disini,” urai Syeni Tampa.
Hal yang sama juga diuraikan Tony Momongan, warga yang berdomisili pada lokasi tersebut. “Saya sudah siap pindah, harapannya muda-mudahan kita dapat mencari nafkah yang lebih bagus ditempat yang baru," terang Momongan.
Adapun diketahui hingga awal bulan berjalan ini, progres pekerjaan pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan yang dikerjakan oleh PT. Wijaya-Nindya KSO. sudah mencapai kurang lebih 92 persen. (des)
Editor : Administrator