JAGOSATU.COM---Musim penghujan kini tiba, BMKG pun mengeluarkan tanda awas. Benar saja, Kota Manado beberapa kali diguyur hujan lebat bahkan sampai berjam-jam.
Tak dapat dipungkiri ada beberapa titik banjir yang terjadi di Manado. Tetapi jika dibandingkan musim penghujan tahun lalu, kali ini kerja Pemerintah Kota Manado lewat Dinas PUPR yang berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) mendapat apresiasi warga.
Ali Darise Warga Kelurahan Banjer mengatakan bahwa, hujan lebat yang biasanya mengakibatkan banjir besar di kompleks Kelurahan Banjer Kecamatan Tikala, kini dampaknya berangsur berkurang.
“Tahun lalu, kalu ujang keras 3 jam rupa baru-baru, air so maso di rumah, so di tumit kaki. Mar ini syukur cuman di muka pagar tu air,” kata Darise dengan dialeg Manado kental.
Lanjutnya, bahwa hal ini tidak lepas dari upaya pemerintah yang telah bekerja keras mengeruk sungai dan anak sungai, serta menata drainase juga embung.
“Iyo itu katu, karena dorang so keruk itu sungai dengan ada beking drainase,” tutur Darise, sembari berharap semoga pada musim penghujan ini tidak akan terjadi banjir.
Terpisah Yenny Maaruf Warga Kelurahan Banjer juga mengungkapkan bahwa kondisi Rumah yang ia tempati pada tahun lalu, mengalami bajir sehingga merobohkan kios makannya. Bahkan pagar yang berada di depan rumahnya roboh, namun saat ini diakuinya air tengah berkurang.
“Hujan keras baru-baru, air sampe pagar dimuka pintu. Dibanding dengan tahun lalu," Ungkap warga yang berharap semoga pemerintah melanjutkan program perbaikan drainase di lingkungannya.
Sebelumnya, Kepala BWSS I I Komang Sudana yang dikonfirmasi melalui Satgas Bencana yang juga sebagai PPK OP SDA I Frans Manampiring mengukapkan bahwa saat hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu, dampak banjir yang terjadi di Kota Manado sudah mulai berkurang.
“Yang terjadi barusan merupakan banjir akibat muka air laut naik dan bertepatan dengan pasang surut. Terutama di Jembatan Sukarno. Tapi dampaknya tidak serius, sudah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Satgas juga tetap monitor terus. Kita tetap sedia bronjong dan gilbeg. Sejauh ini, tim standby untuk memberi laporan pada lokasi lokasi yang terdampak cuaca ekstrem,” kata Manampiring.
Dijelaskannya pula bahwa, dampak banjir telah berkurang karena sebelumnya telah dilakukan pengerukan sungai.
“Pengerukan sungai dan anak sungai sangat mengurangi volume air di musim penghujan sehingga tidak meluap ke fasilitas umum seperti jalan," tandasnya.
Selaku Tim Satgas Penanggulangan Bencana, serta PPK Operasi dan Pemeliharaan terhadap infrastruktur Sumberdaya Air, iapun berharap agar kerjasama yang dilakukan antara BWSS I dengan PUPR Manado dapat meminimalisir dampak banjir.
“Kita tetap pantau terus untuk cuaca ekstrim. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan bersama dengan Pemkot Manado melalui Dinas PUPR itu dapat mengurangi dampak banjir,” Tutup Manampiring. (des)
Editor : Administrator