Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Insiden Pembakaran Alquran Memicu Pertemuan Darurat OKI

Tina Mamangkey • 2023-07-03 08:30:38
Ilustrasi unjuk rasa protes pembakaran Alquran oleh politisi Swedia Rasmus Paludan, di Banten, beberapa waktu lalu. (Asep Fathulrahman/Antara)
Ilustrasi unjuk rasa protes pembakaran Alquran oleh politisi Swedia Rasmus Paludan, di Banten, beberapa waktu lalu. (Asep Fathulrahman/Antara)

JAGOSATU.COM - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Mengadakan Pertemuan Darurat untuk Menanggapi Insiden Pembakaran Alquran di Swedia

Kerajaan Arab Saudi, sebagai ketua sesi terkini dari KTT Islam dan Ketua Komite Eksekutif OKI, telah memanggil pertemuan darurat Komite Eksekutif OKI di Jeddah.

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menangani dampak yang timbul akibat insiden pembakaran Alquran yang baru-baru ini terjadi di Swedia, bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha.

Pertemuan ini dijadwalkan akan membahas langkah-langkah yang seharusnya diambil dalam merespons tindakan yang sangat tidak pantas ini, dengan tujuan menyampaikan sikap bersama dalam melawan penistaan terhadap Alquran.

OKI menegaskan bahwa tindakan ini akan melemahkan rasa saling menghormati dan keharmonisan antara manusia, serta bertentangan dengan upaya internasional untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan penolakan terhadap ekstremisme.

Selanjutnya, OKI mendorong berbagai pemerintah untuk mengambil langkah-langkah efektif guna mencegah munculnya perilaku semacam itu.

OKI juga mengutuk dengan tegas serangan yang terus berulang ini, serta setiap usaha untuk merendahkan kehormatan Alquran, nilai-nilai, simbol, dan kesucian Islam lainnya.

OKI menekankan kembali bahwa semua negara, sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan dan mendorong penghormatan universal serta ketaatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan fundamental, tanpa memandang ras, jenis kelamin, bahasa, atau agama.

Dalam konteks ini, Juru Bicara Uni Eropa (EU) untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Nabila Massrali, menyatakan, "Praktik-praktik rasisme, xenofobia (ketidaksukaan terhadap orang-orang dari negara lain), dan intoleransi semacam itu tidak diterima di Eropa." Pernyataan ini dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap pembakaran Alquran yang dilakukan oleh Salwan Momika di depan sebuah masjid di Stockholm.

OKI juga menyoroti pentingnya mendorong dialog, pemahaman, dan kerja sama antar agama, budaya, dan peradaban untuk mempromosikan perdamaian dan harmoni di seluruh dunia.

Sementara itu, Swedia telah memulai penyelidikan terkait kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh Salwan Momika, seorang warga negara Irak yang membakar salinan Alquran di depan sebuah masjid di daerah Sodermalm, Stockholm.

Polisi Swedia juga sedang menyelidiki dugaan kasus Islamofobia terkait ujaran kebencian yang dilakukan oleh Momika.

Dengan adanya pertemuan darurat ini dan respons tegas dari berbagai pihak, diharapkan upaya untuk melawan penodaan terhadap kitab suci Alquran dapat diperkuat, serta mempromosikan kerjasama antarnegara dan dialog antaragama untuk mencapai perdamaian dan harmoni yang lebih luas. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#kerajaan arab saudi #Organisasi Kerja Sama Islam #idul adha #oki #pembakaran alquran di swedia