Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Ukraina Menuduh Rusia Mengancam Keamanan Pangan Global.

Alfianne Lumantow • 2023-07-19 08:55:12
Ilustrasi - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan sidang.
Ilustrasi - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengadakan sidang.

JAGOSATU,COM - Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, menuduh Rusia membahayakan keamanan pangan global setelah Moskow menarik diri dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam yang memungkinkan Kiev mengekspor puluhan juta ton biji-bijian selama setahun terakhir.

Ini adalah langkah yang tidak bertanggung jawab. Rusia juga melakukannya sambil meningkatkan ekspornya sendiri ke pasar global, kata Kuleba kepada wartawan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjelang pertemuan Dewan Keamanan tentang Ukraina.

Dia mengatakan bahwa keputusan Rusia itu menyebabkan banyak negara di Asia dan Afrika menghadapi risiko kenaikan harga pangan serta kelaparan.

Kuleba juga menekankan bahwa Rusia tidak menjamin keselamatan kapal mana pun yang mencoba membawa biji-bijian Ukraina dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina ke Pusat Koordinasi Bersama di Istanbul atau sebaliknya setelah Moskow menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Mantan Raja Spanyol Minta Pengadilan Membatalkan Gugatan dari Mantan Kekasih.

Kami akan melakukan konsultasi dengan Organisasi Maritim Internasional, tambahnya.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan, Kuleba meminta semua negara anggota PBB untuk menuntut dengan tegas agar Rusia melanjutkan partisipasinya dalam kesepakatan dengan iktikad baik dan berhenti menggunakan pangan sebagai senjata.

Rusia harus menjauhkan politik dari keamanan pangan global, ujarnya.

Rosemary DiCarlo, Kepala Urusan Politik PBB, juga menyerukan diakhirinya perang "tidak masuk akal" dan "tidak dapat dibenarkan" di Ukraina, yang telah menewaskan lebih dari 9.000 warga sipil dan menyebabkan lebih dari 16.000 orang terluka sejak dimulai pada 24 Februari 2022.

Selain menyebabkan kematian dan kehancuran yang tidak wajar, perang di Ukraina telah sangat mengurangi kemampuan kita untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti, kata DiCarlo kepada Dewan Keamanan.

"Meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah dan risiko memicu perlombaan senjata global adalah konsekuensi berbahaya jika perang ini berlanjut lebih lama," tambahnya, memperingatkan.

James Cleverly, Menteri Luar Negeri Inggris yang saat ini memegang jabatan presiden bergilir Dewan Keamanan PBB, juga mendesak Rusia untuk mengakhiri perang.

Ukraina menginginkan perdamaian, Kami menginginkan perdamaian. Seluruh dunia menginginkan perdamaian, ujar Cleverly.

Baca Juga: Raja Charles Merayakan 400 Tahun Karya Pertama William Shakespeare.

"Perdamaian akan membawa pulang anak-anak Ukraina yang hilang dan memberi makan dunia yang kelaparan. Federasi Rusia dapat memilih perdamaian hari ini dengan menarik semua pasukan Rusia dari Ukraina," tambahnya.(antara)

Editor : Alfianne Lumantow
#menlu Ukraina Dmytro Kuleba #Perang Rusia Ukraina #ekspor pangan ukraina #Ekspor Biji-bijian Ukraina