Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Serangan Balasan Rusia Kembali Mengguncang Odesa, Ukraina Pasca Insiden di Krimea

Alfianne Lumantow • 2023-07-19 12:40:00
Arsip - Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi resor yang terkena serangan rudal Rusia, saat Rusia melakukan serangan terhadap Ukraina, di wilayah Odesa, Ukraina, Senin (8/5/2023).
Arsip - Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi resor yang terkena serangan rudal Rusia, saat Rusia melakukan serangan terhadap Ukraina, di wilayah Odesa, Ukraina, Senin (8/5/2023).

JAGOSATU.COM - Rusia melancarkan serangan udara selama dua malam berturut-turut ke kota pelabuhan di Ukraina, Odesa, tetapi pelabuhan utama itu akan terus menjalankan kegiatan ekspor biji-bijian, kata para pejabat Ukraina pada Rabu.

Gubernur Odesa, Oleh Kiper, melaporkan melalui media sosial bahwa sistem pertahanan udara berhasil menghadang serangan udara Rusia tersebut.

Ia juga meminta warga di wilayah tersebut untuk tetap berlindung di tempat-tempat yang aman.

Serangan-serangan ke Odesa itu terjadi setelah Rusia menyatakan akan melakukan pembalasan atas ledakan yang terjadi pada Senin (17/7) di sebuah jembatan yang menghubungkan Rusia ke Semenanjung Krimea. Rusia menuduh Ukraina sebagai pelaku di balik ledakan tersebut.

Baca Juga: OpenAI Umumkan Kemitraan dengan Jurnalis Lokal AS untuk Meningkatkan Akses dan Kualitas Berita Lokal

Tak lama setelah ledakan jembatan terjadi, Rusia menarik diri dari perjanjian biji-bijian yang telah berlangsung selama satu tahun. Langkah Rusia ini mendapat perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dikatakan bisa menimbulkan kelaparan di seluruh dunia.

"Mereka berusaha menakut-nakuti seluruh dunia, terutama yang ingin mengupayakan koridor biji-bijian ... Ukraina, Turki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Serhiy Bratchuk, juru bicara badan militer Odesa, pada Rabu.

Angkatan Udara Ukraina memperingatkan bahwa Rusia kemungkinan akan meluncurkan serentetan rudal penjelajah dari Laut Hitam semalaman. Peringatan tentang kemungkinan serangan udara diberlakukan pada Rabu di seluruh wilayah timur Ukraina.

Belum ada pernyataan dari Rusia mengenai rentetan serangan tersebut. Namun, para penulis blog militer pro-Rusia melaporkan bahwa serangan itu berlangsung secara "besar-besaran". Mereka juga menyebutkan bahwa Moskow mengerahkan rudal dan pesawat nirawak (drone) dalam menyerang Odesa dan wilayah-wilayah lainnya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4.8 Mengguncang Larantuka.

Reuters tidak dapat secara independen memastikan kebenaran laporan-laporan tersebut. Pada Selasa (18/7), Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pihaknya telah menghantam target-target militer di dua kota pelabuhan Ukraina semalaman sebagai pembalasan atas serangan di Jembatan Krimea.(antara)

Editor : Alfianne Lumantow
#Ukaraina #serangan #Rusia #Odesa