Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Krimea Diserang Drone yang Mengincar Depot Amunisi

Alfianne Lumantow • 2023-07-22 18:10:57
A cargo ship sails next to the Crimea bridge in the Kerch Strait, Crimea, March 14, 2023.
A cargo ship sails next to the Crimea bridge in the Kerch Strait, Crimea, March 14, 2023.

JAGOSATU.COM - Serangan drone yang mengarah ke gudang amunisi di Krimea memaksa otoritas untuk melakukan evakuasi seluruh orang dalam radius 5 km dan sementara waktu menghentikan lalu lintas di jembatan yang menghubungkan semenanjung itu dengan Rusia, demikian disampaikan oleh Gubernur yang ditunjuk oleh Moskow, Sergei Aksyonov, pada Sabtu (22/7).

Aksyonov mengungkapkan bahwa ada ledakan di depot di Krasnohvardiiske di tengah Krimea, namun melaporkan tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang signifikan.

Rekaman audio visual yang dibagikan oleh media negara menunjukkan adanya asap pekat di lokasi insiden tersebut.

Gubernur menyebutkan bahwa serangan drone tersebut dilakukan oleh pihak Ukraina, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Kiev.

Penting untuk diketahui bahwa Rusia telah merebut dan menganeksasi Krimea dari Ukraina pada tahun 2014, delapan tahun sebelum mereka melancarkan serangan besar-besaran terhadap negara tersebut.

Penghentian sementara lalu lintas di Jembatan Krimea, yang berjarak sekitar 180 km sebelah timur dari lokasi serangan drone, dilakukan lima hari setelah ledakan di sana yang menyebabkan dua orang tewas dan merusak sebagian jalan raya - ini merupakan serangan besar kedua di jembatan itu sejak perang dimulai.

Jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur logistik bagi pasukan Rusia dan juga menjadi destinasi populer bagi wisatawan Rusia yang mengunjungi Krimea pada musim panas.

Rusia menuduh Ukraina melakukan serangan di jembatan tersebut, dan pejabat Kiev tidak secara langsung mengakui tanggung jawab mereka atas insiden tersebut.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menyatakan pada Jumat bahwa jembatan merupakan sasaran yang logis karena merupakan jalur pasokan militer untuk Rusia.

"Ini adalah rute yang digunakan untuk memasok perang dengan amunisi, dan ini dilakukan setiap hari," ungkap Zelenskyy.

Rusia telah meningkatkan kewaspadaan keamanan di Krimea dengan memberi peringatan kepada warganya untuk tidak mengunggah gambar infrastruktur penting di internet.

Oleg Kryuchkov, penasehat Gubernur Aksyonov, mendesak warga yang mengetahui unggahan semacam itu untuk melaporkannya kepada kementerian dalam negeri atau layanan keamanan FSB.

"Ingatlah bahwa video yang diunggah mengenai infrastruktur militer atau fasilitas penting lainnya bisa menjadi sasaran bagi musuh," tegas Kryuchkov. (Antara)

Editor : Alfianne Lumantow
#Ukraina #Moskow #Krimea #Sergei Aksyonov