JAGOSATU.COM - Sejarah kelam Indonesia selalu terkait dengan penjajahan Belanda, yang datang ke tanah air untuk menguasai perdagangan rempah-rempah. Berbeda dengan Jepang, Belanda terkenal sebagai penjajah Indonesia yang paling lama.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika terdapat banyak kata serapan dari bahasa Belanda yang telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia.
Meskipun beberapa orang mungkin sudah mengetahui kata-kata serapan dari Bahasa Belanda ke Bahasa Indonesia, namun tidak sedikit yang tidak menyadari bahwa setidaknya ada enam kata serapan yang sering kita gunakan tanpa disadari.
Dalam video yang diunggah oleh Ajeng Kamaratih melalui akun Youtubenya, ia berwisata ke Belanda dan menunjukkan beberapa kata serapan Bahasa Belanda ke Bahasa Indonesia.
-
Gratis
Kata pertama yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah "gratis". Ternyata, kata ini merupakan serapan dari bahasa Belanda yang memiliki arti yang sama, yaitu gratis.
-
Toko
Kata "toko" juga berasal dari Bahasa Belanda. Di Belanda, kata ini memiliki makna yang sama, yakni "toko".
-
Pabrik
Kata "pabrik" juga berasal dari Bahasa Belanda, di mana penulisan awalannya berbeda menjadi "fabrik". Meskipun berbeda dalam penulisan awalan, makna kata ini tetap familiar dalam penggunaan Bahasa Indonesia.
-
Sepur
Kata "sepur" mungkin kurang akrab di kalangan pengguna Bahasa Indonesia, tetapi sebenarnya kata ini berasal dari bahasa Jawa yang berarti jalur kereta api atau kereta api. Di Belanda, hal serupa disebut "spoor", namun dalam pengucapan di Jawa menjadi "sepur".
-
Kantor
Kata "kantor" juga merupakan kata serapan dari Bahasa Belanda. Meskipun penulisannya tidak persis sama, maknanya tetap mirip. Di Belanda, kata "kantor" ditulis dengan "kantoren".
-
Korting
Kata terakhir yang dijelaskan oleh Ajeng adalah "korting", yang juga merupakan kata serapan dari Bahasa Belanda dengan arti yang sama, yaitu diskon. Kata ini sering digunakan di pusat perbelanjaan untuk merujuk pada potongan harga pada suatu produk.
Itulah enam kata dalam Bahasa Indonesia yang berasal dari Bahasa Belanda dan digunakan dalam percakapan sehari-hari tanpa kita sadari. ***
Editor : Toar Rotulung