Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Tren Full Time Children torehkan Rekor Pengangguran Tinggi di Cina

Nur Fadilah • Kamis, 16 November 2023 | 08:11 WIB

Ilustrasi: China alami rekor krisis pengangguran
Ilustrasi: China alami rekor krisis pengangguran

JAGOSATU.COM
-Krisis pengangguran muda di Cina semakin memunculkan tren baru yang mengejutkan, dikenal dengan istilah "Full Time Children." Istilah ini mencerminkan kondisi anak-anak muda yang, setelah lulus, memilih untuk tinggal bersama keluarga dan bergantung sepenuhnya pada orang tua mereka.

Sebagai respons terhadap angka pengangguran pemuda yang mencapai rekor tertinggi, banyak lulusan baru di Cina menolak pekerjaan dengan gaji rendah atau yang tidak sesuai dengan kualifikasi mereka.

Mereka lebih memilih untuk menunggu kesempatan yang sesuai dengan harapan mereka daripada terburu-buru masuk ke dalam pekerjaan yang tidak memuaskan.

Fenomena ini menciptakan dinamika unik di antara generasi muda Cina.

Sejumlah besar mereka yang baru lulus menghadapi dilema antara menerima pekerjaan dengan kompensasi rendah atau memilih jalur full time children, di mana kebutuhan hidup mereka masih dipenuhi oleh orang tua.

Meskipun data resmi pemerintah mencatat angka pengangguran pemuda sebesar 21,3%, perhitungan independen menyiratkan bahwa jumlah ini mungkin jauh lebih tinggi jika mempertimbangkan full time children yang tidak dimasukkan dalam statistik pengangguran.

Para full time children ini, pada dasarnya, belum dihitung sebagai bagian dari angkatan kerja, menimbulkan ketidakpastian terkait seberapa besar dampak sebenarnya dari krisis pengangguran ini.

Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa angka pengangguran sebenarnya bisa mencapai 46,5%, lebih dari dua kali lipat dari statistik resmi pemerintah.

Faktanya, fenomena ini tidak hanya menciptakan tantangan ekonomi, tetapi juga berdampak pada berbagai aspek struktural di Cina.

Penundaan pernikahan, kelahiran anak, dan dampak demografi yang semakin buruk menjadi konsekuensi langsung dari ketidakstabilan pekerjaan yang dirasakan oleh generasi muda.

Dalam konteks ini, krisis pengangguran di Cina tidak hanya menjadi masalah ekonomi, tetapi juga memperumit tantangan struktural yang sudah ada.

Fenomena full time children mencerminkan perubahan nilai dan preferensi generasi muda yang lebih memilih menunggu peluang yang tepat daripada menerima kondisi pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan mereka.(***)

Sumber: youtube Sepulang Sekolah

Editor : Nur Fadilah
#Krisis Pengangguran #cina