Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Misteri Kilatan Cahaya di Bulan yang Bikin Heboh Astronom Amatir, Ternyata Ini Penyebabnya

Nur Fadilah • 2023-11-22 10:24:25

Ilustrasi: Fenomena bulan
Ilustrasi: Fenomena bulan

JAGOSATU.COM
-Bulan adalah objek langit yang paling mudah diamati oleh manusia. Namun, siapa sangka bahwa bulan juga menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan.

Salah satunya adalah fenomena kilatan cahaya yang tiba-tiba muncul di permukaan bulan. Fenomena ini telah membuat banyak astronom amatir heboh dan penasaran.

Fenomena ini pertama kali terlihat pada malam hari, ketika ratusan hingga ribuan astronom amatir sedang mengamati bulan dengan teleskop atau binokular.

Tiba-tiba, mereka melihat ada objek berpendar di permukaan bulan, seolah-olah bulan telah disinari lampu sorot super kuat. Objek ini berwarna putih, kuning, merah, atau biru, tergantung pada lokasi dan waktu pengamatan.

Baca Juga: UMP Sulawesi utara Naik Rp3.545.000 dari Rp3.485.000


"Para astronom amatir yang menyaksikan fenomena ini segera melaporkannya ke hotline NASA, lembaga antariksa Amerika Serikat. Hotline ini biasanya digunakan untuk melaporkan benda-benda langit yang tidak biasa, seperti meteor, komet, atau UFO. Namun, karena banyaknya laporan yang masuk, operator hotline ini menjadi stres dan kewalahan.

"Para ilmuwan NASA pun segera mencari tahu penjelasan dari fenomena ini. Awalnya, mereka mengira bahwa kilatan cahaya itu berasal dari pesawat yang melintas di dekat bulan. Namun, teori ini segera dibantah, karena pesawat tidak mungkin bisa dilihat oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia secara bersamaan.

Kemudian, mereka mencurigai bahwa kilatan cahaya itu berasal dari satelit Starlink, proyek internet global yang diluncurkan oleh perusahaan SpaceX milik Elon Musk.

Satelit Starlink memang sering terlihat sebagai bintik-bintik cahaya yang bergerak di langit malam. Namun, teori ini juga segera dibantah, karena satelit Starlink tidak mungkin bisa diam di satu titik, melainkan bergerak-gerak.

Akhirnya, "para ilmuwan NASA menemukan teori yang paling masuk akal untuk menjelaskan fenomena ini.

Teori ini didasarkan pada hasil pengamatan yang dilakukan oleh teleskop baru yang dibangun di utara Seville, Spanyol. Teleskop ini memiliki dua kamera kontrol jarak jauh yang dikendalikan dari kampus di Jerman. Teleskop ini juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan tingkat tinggi yang bisa membedakan fenomena misterius bulan dengan cahaya pesawat, satelit, atau meteorit.

Teori yang diajukan oleh para ilmuwan NASA adalah bahwa kilatan cahaya di bulan disebabkan oleh gas yang keluar dari retakan di permukaan bulan.

Retakan ini terbentuk karena gaya pasang surut yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi. Gaya pasang surut ini bisa membuat permukaan bulan mengembang dan menyusut, sehingga menimbulkan tekanan dan gesekan di dalamnya.

Ketika tekanan dan gesekan ini mencapai titik kritis, gas yang terperangkap di bawah permukaan bulan akan meledak dan menyembur ke atas. Gas ini akan mengangkat debu bulan yang ada di sekitarnya, sehingga membentuk kabut debu bulat yang bisa memantulkan cahaya matahari. Dari kejauhan, kabut debu ini terlihat seperti kilatan cahaya yang berpendar di permukaan bulan.

Fenomena ini memang selalu terjadi di permukaan bulan, namun tidak selalu terlihat oleh manusia.

Hanya pada kondisi tertentu, seperti saat bulan purnama, saat bulan berada di titik terdekat dengan bumi, atau saat cahaya matahari tepat menyinari permukaan bulan, fenomena ini bisa terlihat dengan jelas. Fenomena ini sering disebut sebagai fenomena bulan sementara, karena kilatan cahayanya hanya bertahan beberapa detik hingga menit, sebelum akhirnya memudar.

Fenomena bulan sementara ini memang menarik, namun bukanlah hal yang baru. Fenomena ini telah tercatat sejak zaman dahulu, bahkan sejak abad ke-12.

Pada tahun 1178, lima biarawan mengaku telah melihat bulan sabit terbelah menjadi dua, kemudian menyala dengan kobaran dan bunga api, seolah ada naga yang menyemburkan api. Fenomena ini berulang hingga lebih dari 10 kali, dengan bentuk api yang bervariasi.

Para ilmuwan modern mengira bahwa fenomena yang dilihat oleh biarawan itu adalah akibat dari tabrakan asteroid besar dengan bulan.

Tabrakan ini diduga telah membentuk kawah Giordano Bruno, salah satu kawah terbesar di bulan, dengan diameter sekitar 22 kilometer. Tabrakan ini juga diduga telah menyebabkan jutaan ton serpihan asteroid menabrak bumi, sehingga terlihat seperti hujan meteor.

Fenomena bulan sementara ini memang masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan.

Namun, dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, kita bisa semakin memahami fenomena alam yang terjadi di luar angkasa. Siapa tahu, kita bisa menemukan hal-hal baru yang lebih menakjubkan dan mengejutkan dari bulan.(***)

Sumber: Youtube Sisi Terang

Editor : Nur Fadilah
#bulan #Misteri #Fenomena