Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Dampak Tragis Serangan Israel di Gaza, Anak-anak Terpaksa Diberi Obat Penenang

Tina Mamangkey • 2023-12-29 13:52:31
Penderitaan anak-anak di Gaza akibat serangan israel._X Sean Casey
Penderitaan anak-anak di Gaza akibat serangan israel._X Sean Casey

JAGOSATU.COM - Staff Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan kunjungan ke sebuah rumah sakit di Gaza yang merawat para korban dari serangan mematikan di sebuah kamp pengungsian.

Dalam kunjungannya, para staff mendengarkan kisah menyedihkan tentang keluarga yang tewas dan menyaksikan kondisi penuh penderitaan anak-anak.

Informasi yang dikumpulkan menunjukkan bahwa sekitar 100 orang telah dilarikan ke rumah sakit Al Aqsa untuk mendapatkan perawatan darurat, dengan sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Meskipun begitu, seluruh korban membutuhkan perawatan segera karena luka parah yang disebabkan oleh serangan Israel.

Dilansir dari media X yang dimiliki oleh Sean Casey, Koordinator Tim Medis Darurat WHO, pada Jumat (29/12), Casey menggambarkan upaya dokter yang memberikan pereda nyeri kepada Ahmed, seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang terluka parah.

"Dia dirawat dengan obat penenang untuk meringankan penderitaannya saat dia meninggal," ujar Casey dalam videonya di X.

Ahmed mengalami luka serius saat bangunan di sekitar tempat penampungannya meledak.

"Dia sedang menyeberang jalan di depan tempat penampungan tempat keluarganya tinggal dan bangunan di sampingnya meledak," tambahnya.

Anak yang malang ini terkena pecahan peluru dan serpihan bangunan yang meledak, sehingga bagian otaknya terbuka, mirip dengan banyak kasus di Gaza sejak serangan Israel dilancarkan.

Sayangnya, tidak ada dokter yang memiliki kapasitas untuk menangani kasus neurologis yang kompleks.

Meskipun Rumah Sakit Al Aqsa memiliki persediaan medis dan bahan bakar untuk menjalankan generator, Casey menegaskan bahwa fasilitas tersebut menerima lebih banyak pasien daripada kapasitas tempat tidur dan staff yang dapat menanganinya.

Situasi ini membuat banyak pasien yang terluka tidak dapat bertahan menunggu perawatan.

"Kami melihat hampir hanya kasus trauma yang muncul, dan pada skala yang cukup sulit dipercaya.

Ini adalah pertumpahan darah seperti yang kami katakan sebelumnya, ini adalah pembantaian yang kejam," tutupnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#pengungsian #WHO #Gaza #korban #Israel