JAGOSATU.COM - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memilih melakukan aksi walk out atau meninggalkan ruangan ketika Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Gilad Erdan berbicara dalam debat terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB terkait Palestina.
Dalam kutipannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan, "Menlu Retno dan ketua delegasi sejumlah negara lainnya keluar ruangan saat watap (wakil tetap) Israel menyampaikan pernyataannya," pada Kamis (25/1).
Iqbal menegaskan bahwa aksi walk out tersebut dilakukan Menlu Retno sebagai respons terhadap fakta bahwa Dubes Israel juga tidak berada di ruangan saat delegasi Indonesia dan beberapa negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyampaikan pernyataan mereka dalam pertemuan tersebut.
"Sebaliknya, delegasi Indonesia dan sejumlah negara OKI juga tidak berada di ruangan saat watap Israel menyampaikan pernyataan," kata Iqbal.
Sidang DK PBB mengenai konflik Palestina-Israel berlangsung di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/1) waktu setempat.
Dalam forum tersebut, Retno mengungkapkan penentangan keras Indonesia terhadap pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menolak pembentukan negara Palestina setelah perang berakhir.
"Indonesia menolak keras pernyataan tersebut. Pernyataan ini tidak dapat diterima. Hal ini menegaskan tujuan akhir Israel untuk menghapus Palestina dari peta dunia," tegas Menlu Retno.
Dalam upayanya untuk menghindari potensi perang besar di Timur Tengah, Menlu Retno kembali mengajukan seruan untuk gencatan senjata permanen, yang diharapkan memberikan ruang untuk menangani situasi kemanusiaan di Gaza.
Retno juga mendesak pihak-pihak terkait untuk memulai upaya rekonstruksi pascakonflik dan melanjutkan proses solusi dua negara.
Menlu Retno menekankan bahwa Palestina harus segera diberikan status keanggotaan penuh di PBB.
"Hal ini penting untuk memulai upaya yang adil dan seimbang dalam solusi dua negara, dan menghentikan agresi brutal Israel," ujar Menlu Retno.
Selain itu, Menlu Retno juga menyerukan agar dunia menghentikan aliran senjata ke Israel yang dapat digunakan untuk membunuh warga sipil yang tidak bersalah.
"Israel harus bertanggung jawab atas tindakannya, termasuk kekejaman di Gaza. Tidak ada negara yang kebal hukum," tegas Menlu Retno. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey