JAGOSATU.COM - Pejuang Houthi Yaman terus menyuarakan protes mereka terhadap Amerika dan Inggris atas dukungan mereka dalam konflik Israel-Palestina.
Sebelumnya, kelompok ini mengumumkan penargetan kapal kargo militer Amerika di Teluk Aden, Yaman, dan kini mereka dilaporkan menyerang kapal perang Amerika Serikat di Laut Merah.
Dilansir dari MEMO pada Jumat (26/1), kelompok Houthi Yaman mengklaim bahwa mereka berhasil menyerang kapal perang Amerika, memaksa dua kapal komersial mundur di Teluk Aden dan Selat Bab Al-Mandab.
Juru bicara militer, Yahya Sare’e, menyatakan bahwa serangan ini merupakan bentuk protes terhadap penindasan terhadap rakyat Palestina dan sebagai respons terhadap agresi Amerika-Inggris terhadap Yaman.
Yahya Sare’e menjelaskan bahwa bentrokan terjadi dengan kapal perusak dan kapal perang milik militer Amerika di Teluk Aden dan Selat Bab Al-Mandab.
"Bentrokan terjadi saat kapal-kapal tersebut memberikan perlindungan kepada dua kapal komersial Amerika," tambahnya.
Serangan yang berlangsung lebih dari dua jam melibatkan penggunaan sejumlah rudal balistik dari kapal perang Houthi.
Meskipun ada upaya untuk mencegahnya, sebuah kapal perang Amerika Serikat mengalami serangan langsung, menyebabkan dua kapal komersial terpaksa mundur.
Yahya Sare’e menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman dan Pejuang Houthi akan terus mencegah navigasi menuju Israel atau pelabuhan Palestina yang dikuasai Israel, baik di Laut Merah maupun Laut Arab.
Ini merupakan bagian dari pemblokiran navigasi sebagai respons terhadap agresi Israel dan pengepungan di Jalur Gaza.
Meskipun belum ada tanggapan langsung dari pihak Amerika terkait klaim Houthi, Komando Pusat Militer AS mengumumkan bahwa pada 24 Januari, Houthi menargetkan kapal Amerika di Teluk Aden dengan tiga rudal, dua di antaranya berhasil dicegat, sedangkan yang ketiga jatuh ke laut tanpa mengenai kapal mereka.
Serangan ini juga menjadi bentuk solidaritas terhadap Gaza, yang telah menjadi target perang genosida Israel yang didukung Amerika sejak 7 Oktober 2023.
Amerika dan Inggris melancarkan serangan udara terhadap Houthi di Yaman pada 11 Januari dalam upaya untuk menghentikan aktivitas kelompok tersebut. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey